10 Pelajar Terjaring Razia Kasih Sayang Satpol PP

bbnewsmadina.com, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Madina menggelar operasi kasih sayang terhadap pelajar yang berkeliaran saat jam pelajaran sekolah. Selasa (11/02/2020).

Operasi kasih sayang itu berhasil menjaring sebanyak sepuluh pelajar yang terdiri dari lima siswa tingkat SMA, empat siswa tingkat SMP dan satu siswa tingkat SD.

Kasatpol PP Lismulyadi melalui Kabid Trantibum Ismail Dalimunte didampingi Kabid Undang-Undang Nanda Nasution mengatakan pihaknya menyisiri sejumlah tempat seperti warnet, billiard, warung yang menjadi tempat nongkrong para pelajar.

“Menindaklanjuti banyaknya informasi masyarakat, kita melakukan kegiatan operasi kasih sayang. Tujuannya untuk mengantsipasi hal-hal yang negatif. Dan, sepuluh pelajar ini kita temukan ada yang sedang merokok sambil main game di warnet,”ujar Ismail.

Ismail menjelaskan, pelajar yang terjaring dibawa ke kantor Satpol PP untuk diberikan hukuman berupa pembinaan agar pelajar tak lagi mengulangi perbuatannya di kemudian harinya.

“Kita bawa ke kantor dan kasih hukuman, seterusnyamemanggil orangtua dari masing-masing pelajar dan pihak sekolahnya,”kata Ismail.

Amatan wartawan di ruangan Kabid Trantibum Ismail, salah seorang orangtua beserta pihak guru memberikan semacam bentuk nasihat dan teguran kepada para pelajar. Hal itu dilakukan bertujuan agar pelajar merasakan efek jera.

Sejumlah pelajar tampak menangis dan menyesal sembari meminta maaf kepada orangtua dan gurunya. Mereka kemudian juga berjanji untuk tak lagi mengulangi perbuatannya.

Terpisah, salah seorang pemerhati sosial di Panyabungan Muhajir Nasution mengapresiasi kegiatan operasi kasih sayang yang dilakukan oleh pihak Satpol PP.

Namun, Muhajir juga menegaskan agar ke depannya pihak Satpol PP memberikan teguran kepada pihak pengelola warnet maupun billiard dan sejumlah tempat yang lainnya yang sering menjadi tempat mangkalnya pelajar saat di waktu jam sekolah.

“Pihak dari pengelola baik warnet dan billiard serta yang lainnya juga kedepan harusnya diberikan teguran dan himbauan oleh pemerintah agar tak lagi memperbolehkan pelajar beraktivitas khususnya saat masuk jam sekolah. Karena saat ini sangat miris melihat generasi pelajar khususnya di daerah kita Madina ini,”tukas Muhajir. (DN/Rul).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *