Anggota DPRD Madina Minta Polres Madina Segera Tangkap HAB Pelaku Rudapaksa

Anggota DPRD Madina dari Partai Golkar, Zubaidah (kerudung merah) bersama ibu-ibu KPPG Madina saat bertemu NA (10) bocah dibawah umur korban pemerkosaan di Desa Hutaraja Kecamatan.Siabu di Polres Madina, Senin (2/12). (Foto : LBS)

bbnewsmadina.com, Merasa prihatin dan dengan rasa keprikemanusian Zubaidah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mandailing Natal (Madina) dari Partai Golongan Karya (Golkar) menjumpai dan menjenguk NA (10), senin (2/12), bocah dibawah umur warga Desa Hutaraja Kecamatan Siabu yang menjadi korban pemerkosaan (Rudapaksa,red) oleh HAB (58) yang merupakan tetangganya sendiri pada rabu tanggal 13 November 2019 lalu.

Kepada bbnewsmadina.com Zubaidah mengungkapkan bahwa saat beliau tiba dirumah NA di Desa Hutaraja Kecamatan Siabu, bocah dibawah umur tersebut bersama keluarganya sedang tidak berada dirumah.

Masih zubaidah, setelah dengan usaha mencoba menghubungi pihak Polres Madina, baru disitu diketahui bahwa NA bersama kedua orangtuanya sedang berada di Polres Madina untuk diambil keterangannya terkait proses hukum yang sedang berjalan.

“Setelah mengetahui NA dan orangtuanya dan kepala Desa Hutaraja sedang berada di Polres Madina, saya bersama ibu-ibu KPPG Madina pun langsung menuju Polres Madina dan akhirnya dapat langsung bertemu dengan bocah malang tersebut”.jelasnya

Setelah mendengar kronologis kejadian perbuatan biadab tersebut langsung dari NA. Saya merasa iba dan kasihan kepadanya. Apalagi saya seorang wanita, bayangkan saja, menurut ceritanya ia ditarik, mulutnya dilakban dan kaki tangannya diikat sama pelaku serta diancam akan dibunuh, sehingga selama seminggu korban merasa lemas dan ketakutan”.ceritanya

Tapi Alhamdulillah sambungnya, setelah saya bertemu dan banyak bercerita dengan NA, bocah malang itu sudah agak terlihat riang, hanya saja pandangannya masih terlihat kosong.

AtasKejadian ini, saya selaku wanita, seorang ibu dan salah satu anggota perwakilan rakyat Madina meminta kepada aparat kepolisian agar segera mungkin menangkap HAB pelaku pemerkosaan ini. Sebab, hukum harus menjadi panglima dalam penegakan keadilan sehingga korban dan keluarganya dapat merasakan keadilan dimata hukum”.pintanya

Lalu, saya juga berharap agar korban harus terus dikawal, dilindungi dan direhabilitasi. Sebab saya menilai, walaupun NA terlihat tenang, tetapi rasa traumanya jelas masih ketara dari pandangannya yang kosong.

Kemudian tambahnya, saya juga mengimbau kepada Pemkab Madina dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2PA), harus serius serta terus melakulan pemantauan terhadap Psikologi (Psikis) dan mental si anak. Makanya sangat perlu dibuat rumah aman, mengingat banyaknya korban pelecehan dan perkosaan sekarang ini di Madina, pungkasnya. (LBS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *