Bawaslu Madina Daftarkan 68 Panwascam Ke BPJamsostek

Komisioner Bawaslu Madina, Maklum Pelawi (kanan) dan Account Representative KCP Jamsostek Madina, Degi Salada (kiri) saat rapat kordinasi diaula Hotel Madina Sejahtera, Rabu (12/2) Kelurahan Dalan lidang Panyabungan. (Foto:LBS)

bbnewsmadina.com, Untuk menjamin keselamatan kerja dan jaminan kematian, sebanyak 68 orang Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mandailing Natal (Madina) didaftarkan menjadi peserta Jaminan Sosial Tenagakerja (Jamsostek).

“Dengan didaftarkannya 68 orang panwascam ini ke Jamsostek Ketenagakerjaan merupakan salah satu bentuk kepedulian Bawaslu Kabupaten Madina untuk menjamin resiko kecelakaan kerja dan kematian petugas panwascam saat melakukan aktifitasnya ketika pemilukada nanti”.ujar Komisioner Bawaslu Madina, Maklum Pelawi saat dikonfirmasi Wartawan via seluler usai menggelar rapat kordinasi dengan pihak BPJamsostek Madina diaula hotel Madina Sejahtera, Rabu (12/2).

Maklum menjelaskan, 68 anggota Panwascam yang telah didaftarkan ke BPJamsostek ini tergabung dari 21 kecamatan dari 23 kecamatan yang ada di Kabupaten Madina.

Sementara itu Kepala BPJamsostek Madina, Fachri Idris melalui Account Representative KCP Madina, Degi Salanda kepada Wartawan mengungkapkan bahwa dengan keikutsertaan 68 anggota panwascam menjadi peserta Jamsostek Ketenagakerjaan, maka selama itu pula program Jamsostek akan melindungi.

“Ke 68 anggota panwascam ini dengan iuran sebesar Rp13.500 perbulan perorang, maka akan dilindungi Jamsostek Ketenagakerjaan dari resiko kecelakaan kerja dan kematian”. tandasnya

Kemudian Degi juga mengungkapkan, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2019 tentang perubahan atas PP Nomor 44 Tahun 2015 berupa kenaikan manfaat program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian yang drastis.

Maka, Jaminan kematian yang dulu manfaatnya sebesar Rp24 juta, sekarang bertambah menjadi Rp42 juta. Selanjutnya, manfaat jaminan kecelakaan kerja, pengobatannya sampai sembuh ( unlimited) sesuai dengan kebutuhan medisnya”.bebernya

Lanjutnya, Santunan Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB) yang dahulu hanya enam bulan kini menjadi 12 bulan (setahun,red). Jika peserta meninggal dunia karena kecelakaan kerja, maka ahli waris yakni anak mendapatkan beasiswa yang dahulu hanya mendapatkan Rp12 juta untuk seorang anak, berubah menjadi Rp174 juta untuk 2 orang anak serta kenaikan biaya pemakaman dan santunan berkalanya.

Kemudian, biaya maksimal transportasi juga mengalami kenaikan drastis, jika menggunakan transportasi darat yang sebelumnya hanya maksimal Rp1 Juta kini menjadi Rp5 juta. Sebelumnya transportasi laut maksimal Rp1,5 Juta sekarang Rp2 Juta. Begitu pun transportasi udara yang dahulu hanya maksimal Rp2,5 Juta berubah menjadi Rp10juta”.paparnya (LBS)

About Auther:

BBNews Madina menyajikan informasi terkini tentang BERITA SUMUT - MADINA - PADANGSIDIMPUAN seputar sumut, Indonesia dan dunia Mencerdaskan dan Menyuarakan Aspirasi Masyarakat Dalihan Natolu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *