Bupati Tapsel Diminta Copot Kadis Pariwisata Dan Camat Sayurmatinggi

bbnewsmadina.com, Masyarakat tampaknya dibuat geram dengan klaim Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) yang menyatakan tidak ada lagi bentuk kutipan apapun bagi wisatawan yang datang berekreasi ke objek wisata alam Aek Sijorni kecamatan Sayurmatinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Pasalnya, pernyataan kadis yang juga pernah dimuat di salah satu portal media online tersebut justru berbanding terbalik dengan kondisi rill di lokasi wisata Aek Sijorni dimana Pengunjung malah menggerutu karena harus merogoh kocek, dalam memenuhi kutipan uang di setiap jengkal tanah yang dilewati.

Kritikan tajam pun mulai bermunculan dari berbagai elemen dan bahkan tidak sedikit yang mencurahkan kekesalan di media sosial Facebook terkait maraknya pungli di wisata air pemandian Aek Sijorni Kecamatan Sayur Matinggi Kabupaten Tapanuli Selatan.

Komentar tudingan miring dan lucu yang dialamatkan kepada para pelaku pungli dan pemerintah setempat juga beragam jenis.

Ada yang menyoroti dan memberi masukan terhadap kinerja Dinas terkait hingga kepada oknum pelaku pungli yang diduga pemilik lahan dilokasi itu.

Mulai dari gerbang masuk, para pengunjung tidak sedikit yang mengaku merogoh kocek Rp.2000 berkali kali di dalam kawasan wisata Aek sijorni oleh oknum yang mengaku sebagai pemilik tanah yang dilewati pengunjung.

Demikian hal nya parkir kendaraan roda empat dan roda dua yang berada di daerah milik jalan (DAmija) lintas Sumatera dikenai biaya parkir yang dinilai tidak logis dan diduga tidak sesuai peraturan daerah.

Maraknya pungli di Aek Sijorni selama liburan tahun baru itu menjadi perhatian aktifis Tapsel Sutan Maruli Ritonga kepada bbnewsmadina.com, Senin 6 Januari 2020 menilai Dinas Pariwisata dan pemerintah setempat tidak mampu bergerak membasmi pungutan liar yang terjadi dari tahun ke tahun.

“Plank merk-nya saja yang tulisannya bebas pungutan kenyataannya ada pungutan.” Pungkasnya seraya menghimbau agar Bupati Tapsel mencopot Kadis Pariwisata dan Camat Sayurmatinggi karena dinilai tidak sanggup menciptakan pariwisata yang aman dan nyaman untuk dikunjungi dan bebas dari pungutan liar.

Hal senada juga diungkapkan salah satu Ketua Satuan Mahasiswa Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (Satma AMPI) Kabupaten Tapsel, Lukman Hakim Daulay yang menurutnya, Kadis Pariwisata Tapsel sedang melakukan manuver pencitraan kepada atasan.

“Kami menilai apa yang digaungkan Kadis Pariwisata terkait bebas kutipan di Aek Sijorni hanya pepesan kosong, bahkan pernyataan yang dibarengi aksi penancapan plang merek bertulis ‘bebas pungutan disepanjang jalan objek wisata’ itu menjurus ke atraksi ‘ABS’ (asal bapak senang),” ujarnya.

Menurutnya, terkait maraknya pungutan liar di wisata pemandian alam Aek Sijorni, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan diharapkan menjadi perhatian dan jangan ada pembiaran dari Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu atas kejadian yang sudah berlarut-larut lamanya terjadi disana.

“Kepala daerah hendaknya respon persoalan ini dan tidak menjadikan ikon wisata alam Aek Sijorni Kecamatan Sayur Matinggi, Sumatera Utara dinodai dengan maraknya pungutan liar,” ungkasnya.

Ia meminta kepada Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu agar memperbaiki penanganan sektor pariwisata di Tapanuli Selatan sehingga tidak menimbulkan asumsi orang menilai kutipan kutipan liar seperti itu jadi cerminan tempat wisata di Tapanuli Selatan.(Ty)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *