Bupati Tapsel : “Keberhasilan Pembangunan Dibutuhkan Kerja Keras, Kerja Ikhlas dan Kerja Tuntas”

 

Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu, pada acara syukuran HUT Tapsel ke-70. (Foto:Ty)

bbnewsmadina.com, Keberhasilan sebuah pembangunan dibutuhkan dengan kerja keras, kerja ikhlas dan kerja tuntas. Hal itu disampaikan Bupati Tapsel pada saat menghadiri acara syukuran Hari Jadi Tapsel Ke-70 di Gedung Istana Hasadaon, Kecamatan Batang Angkola, Selasa (25/11).

Bupati Tapsel H. Syahrul M Pasaribu, SH dalam sambutannya menyampaikan, apabila ada sebuah momentum hari jadi di sebuah institusi pemerintahan maupun dimasing-masing individu paling tidak ada 2 makna yang kita ambil, pertama merefleksikan perjalanan mundur kebelakang beberapa waktu untuk membangun spirit baru dan semangat baru untuk menyongsong hari esok yang lebih baik.

Jadi kalau ada sebuah peringatan hari jadi, maka itu bisa menjadi renungan karena sudah sejauh mana yang telah dilakukan tupoksinya, sehingga dapat dilakukan kontemprasi, renungan dan instrospeksi sehingga nantinya tahu dimana kelemahan dan kekuatan.

Tadi ada kita putar kaleidoskop tentang kepemimpinan saya sebagai Bupati Tapsel yang dilantik pada tanggal 12 Agustus 2010 untuk periode pertama dan juga dirangkai dengan kepemimpinan periode kedua. Saya dilantik pada periode kedua pada tanggal 17 Februari 2016 yang Insya Allah akan berakhir pada tanggal 17 Februari 2021 mendatang.

Apalagi saya selaku kepala daerah, telah berupaya dengan segala kemampuan yang ada pada diri saya untuk memberikan yang terbaik dalam membangun Tapsel dari semua sisi kehidupan dan semua tupoksi pemerintahan baik dari prospektif, sisi pandang, bidang pemerintahan, bidang pembangunan yang tentunya dibidang pembangunan tentu juga pembangunan dibidang sosial kemasyarakatan dan sosial keagamaan

Maka kalau ada beberapa keberhasilan selama pembangunan dua periode ini, sesungguhnya keberhasilan saya yang tidak hanya sendiri tetapi itu adalah peran semua orang akan tetapi apabila ada yang belum sempurna maka seorang pemimpin harus berani mengambil sikap untuk mensejahterakan rakyatnya

Sedangkan keberhasilan pembangunan dipastikan membutuhkan kerja keras, kerja ikhlas dan kerja tuntas itulah kunci keberhasilan pembangunan. Disamping itu harus ada mind sheet berpikir kalau tidak maka daerah itu akan biasa-biasa saja.

Selanjutnya pada saat itu ada dua pekerjaan besar yang harus kami lakukan, disatu sisi APBD Tapsel pada waktu itu kurang lebih 522 milyard yang realisasinya sebesar 517 milyard akan tetapi dalam APBD tahun tersebut sesungguhnya mengalami devisit kurang lebih 93 milyard dan untuk Realisasi APBD TA 2019 Sudah mencapai 1.499 M. Sedangkan problema yang kedua yang harus diselesaikan ialah melalui perintah UU No. 37 dan 38 mengharuskan Ibu Kota Kabupaten Tapsel pindah dari Padangsidimpuan ke Sipirok, ungkap Syahrul.

“Atas perintah dari UU No. 37 dan 38 itulah dinyatakan bahwa Ibukota Tapsel harus sudah pindah ke Sipirok delapan belas bulan sejak UU tersebut diundangkan atau saat Periode Pertama Kami dilantik kurun waktu tersebut sudah terlampaui selama sembilan belas bulan,” terang Syahrul.

“Pembangunan di Tapsel sepuluh tahun terakhir mengalami perkembangan yang cukup pesat. Tapsel kedepan akan menjadi salah satu bagian terpenting dalam pembangunan Negara Republik Indonesia khususnya di wilayah Sumatera Utara dengan beragam potensi dan prestasi. Status sebagai lumbung beras daerah, pariwisata, pertambangan dan energi serta di dukung laju perkembangan daerah dan ekonomi yang pesat,” pungkasnya.

Begitu juga prestasi Tapsel pada waktu menerima penganugerahan Satyalencana Pembangunan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pada pembukaan Pekan Nasional Petani Nelayan XIV tahun 2014 di Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur,

“Disamping itu, yang pantas disyukuri yaitu pada setiap Pelaksanaan MTQ setiap tahunnya, Kami juga telah membangun sebuah bangunan monumental yang lahannya berasal dari hibah masyarakat kepada Pemkab Tapsel yakni membangun Lapangan berikut Tribun bersifat permanen. Adapun yang pertama dibangun pada saat saya baru menjabat Bupati di tahun 2010, yaitu di Kecamatan Marancar, kedua di Kecamatan Arse, ketiga di Kecamatan Muara Batang Toru, keempat di Kecamatan Batang Toru, kelima di Kecamatan Angkola Muaratais, keenam di Kecamatan Angkola Timur, ketujuh di Kecamatan Sipirok, kedelapan di Kecamatan Sayurmatinggi, kesembilan di Kecamatan Angkola Barat, kesepuluh di Kecamatan Angkola Selatan dan kesebelas di Kecamatan Batang Angkola yang saat ini sedang dalam pengerjaan,” ujar Syahrul.

Inilah produk pembangunan yang disebut dalam kepemimpinan pola partisipatif, maka dalam setiap pembangunan tidak boleh seorang pemimpin hanya mengandalkan APBD semata, karena kalau hanya mengandalkan APBD maka tidak akan secepat itu akselerasi pembangunan berkembang di daerah.

Oleh karena itu harus ada program-program yang ada di Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi yang disebut dengan program tugas pembantuan dan program rekonstrasi.

Selanjutnya beberapa hari lagi tepatnya tanggal 9 Desember 2020 mendatang kita akan melaksanakan mekanisme lima tahunan kepemimpinan daerah yaitu pilkada serentak di 9 provinsi dan 261 kabupaten/kota di Indonesia serta 23 Kabupaten/kota di Sumatera Utara termasuk di Tapanuli Selatan.

“Oleh karena itu, mari kita ciptakan suasana pilkada yang aman, damai, dan kondusif sehingga nantinya dapat melahirkan seorang pemimpin yang mumpuni yang dapat melanjutkan pembangunan di Tapsel pada masa-masa yang akan datang,” ajak Syahrul.

Setelah itu dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara serah terima aset berupa rehabilitasi dan renovasi sarana dan prasarana sekolah SD No. 100207 Tandihat sebesar 1,511.080.273 dan penyerahan berita acara dilakukan secara simbolis dari Kementerian PUPR kepada Bupati Tapsel.

Selain diisi tausiyah oleh Ustadz Zulpan Efendi Hasibuan juga dihadiri, anggota DPRD Tapsel Abdul Basith dalam dan Edison Rambe, mewakili Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, pimpinan OPD, Camat Batang Angkola, Sayurmatinggi, Tantom Angkola, Angkola Muaratais dan Camat Angkola Selatan, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, para kades dan lurah di 5 Kecamatan dan pimpinan ormas dan OKP. (Ty)

About Auther:

BBNews Madina menyajikan informasi terkini tentang BERITA SUMUT - MADINA - PADANGSIDIMPUAN seputar sumut, Indonesia dan dunia Mencerdaskan dan Menyuarakan Aspirasi Masyarakat Dalihan Natolu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *