Bupati Tapsel : ‘Kedekatan Para Ulama Dan Umara Dapat Menunjang Program Pembangunan’

 

Bupati Tapsel, Syahrul M. Pasaribu. (Foto:Ty)

bbnewsmadina.com, Kedekatan para ulama dan umara dapat menunjang program pembangunan. Hal itu disampaikan Bupati Tapsel pada saat membuka rapat Konsolidasi Organisasi Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Tapanuli Selatan di Aula Pondok Pesantren Al-Abror, Desa Sihuik-huik, Kecamatan Angkola Selatan, Kamis (8/10).

Bupati Tapsel,H. Syahrul M. Pasaribu, SH, dalam sambutannya mengatakan, bahwasanya didalam kehidupan yang menyentuh langsung dengan sebuah program pembangunan yaitu bagaimana kedekatan para ulama dan umara, karena para ulama sangat menunjang program pembangunan yang akan dikerjakan oleh pemerintah, apalagi kita di Kabupaten Tapsel banyak dikombinasi oleh umat Islam.

“Makanya kami selalu mendorong ormas-ormas keagamaan agar mempunyai wadah organisasi untuk memudahkan komunikasi dan konsolidasi dalam memberhasilkan pembangunan di bidang keumatan yang nantinya dapat mendukung program pembangunan pemerintah,” terang Syahrul.

Syahrul menambahkan, oleh karena itu, setiap hari besar keagamaan selalu kami beri nilai tambah seperti halnya melaksanakan Safari Isra Mikraj, Safari Maulid dan Safari Muharram sehingga suasana ke Islaman lebih meningkat dan juga ada nilai tambah terhadap peringatan hari-hari besar keagamaan sedangkan disisi lain juga agar para Pejabat Tapsel lebih dekat dengan masyarakatnya.

“Disamping itu juga kita dorong agar lahir sebuah organisasi keagamaan maka pada waktu itu lahirlah Badan Silaturahmi Pondok Pesantren (BSPP), Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) dan yang terakhir Dewan Masjid Indonesia (DMI).”

“Selain itu kami selalu memberi tali asih kepada Nazir Masjid, Imam Masjid, bilal mayit laki-laki dan perempuan, guru baca tulis Al-Qur’an, guru MDT, guru ponpes, P3N dan begitu juga dengan teman-teman kita dari umat Kristiani yaitu untuk guru sekolah Minggu, dengan total keseluruhan penerima tali asih sebanyak 3782 orang dan honornya ini kita siapkan sebesar 11 milyard lebih,” ungkap Syahrul.

Sedangkan untuk IPHI yang akan melakukan rapat konsolidasi Syahrul minta untuk mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan pakai sabun atau dengan hand sanitizer, jaga jarak (physical distancing) dan hindari kerumunan (social distancing) karena menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) maupun ahli kesehatan Indonesia itulah cara yang paling efektif untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Karena Pandemi Covid-19 ini dampaknya sangat besar terutama pada perekonomian Indonesia akibatnya Indonesia mengalami resesi ekonomi. Oleh karena itu saya minta kepada kita semua jangan pernah menganggap enteng wabah ini,” pinta Syahrul.

Selain itu Bupati juga mengingatkan bahwa pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang akan ada agenda tahunan yaitu pilkada serentak di 9 Provinsi dan 261 Kabupaten/Kota di Indonesia.

“Oleh karena itu, saya berharap agar pilkada nantinya dapat berjalan aman damai, sejuk dan kondusif, baik sesuai konstitusi yang ada, tentunya pilihlah pemimpin yang jelas bibit, bebet dan bobotnya serta enerjik dan visioner agar dapat melanjutkan pembangunan di Tapsel demi mewujudkan masyarakat Tapsel yang sehat, cerdas dan sejahtera,” harap Syahrul yang akan mengakhiri masa jabatan Bupatinya pada Februari 2021 mendatang.

Sebelumnya Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Tapsel Ustadz H. Sulaiman Harahap, S.Pd menyampaikan, pesantren ini terus terang hanya dengan modal wakaf dan Alhamdulillah sejak Bupati Syahrul M Pasaribu menjabat, yang dulunya masjid belum berdinding sekarang sudah di dinding sehingga semakin nyaman dalam melakukan aktifitas kegiatan di dalamnya.

“Kemudian pada saat ada upacara disini Bupati Syahrul juga melakukan peletakan batu pertama Aula Ponpes Modern Al-Abraar, karena kata Syahrul tidak cocok melakukan pertemuan di masjid akhirnya peletakan batu pertamapun dilaksanakan hingga saat ini kita pergunakan di dalamnya dan itulah perhatian beliau untuk pesantren ini yang tidak pernah berhenti dalam memikirkan kesejahteraan masyarakatnya.”

“Pesantren ini bukan milik saya dan juga bukan milik seseorang, ini adalah pesantren kita dan pesantren kalian umat Islam sedunia. Ponpes dihuni oleh para santri dan santriwati sebanyak 583 orang terdiri dari Ibtidaiyah hingga Aliyah dan berasal dari berbagai penjuru ada dari Aceh, Papua, Jakarta, Jambi, Padang, Pekanbaru dan Tapsel, itulah sekelumit tentang Ponpes ini,” ungkap Sulaiman.

Lanjut Sulaiman, pada waktu itu IPHI tengah dilanda kesedihan, karena selama 12 tahun IPHI Tapsel sudah tidak ada lagi kepengurusannya, akan tetapi di tahun 2018 Bupati Syahrul mendorong agar organisasi IPHI ini diadakan kembali kepengurusannya dan Alhamdulillah saya ditunjuk menjadi Ketua IPHI Kab. Tapsel sehingga akhirnya organisasi ini hidup kembali.

“Kemudian setelah organisasi IPHI ini resmi kembali, mungkin baru sekali pemberangkatan haji karena setelah itu datang Pandemi Covid-19 dan akhirnya di bulan Januari 2020 kita lakukan rapat konsolidasi dalam menuju kesini akan tetapi apa yang terjadi belum sampai ke acara yang dituju tidak bisa lagi berkumpul-kumpul walaupun demikian kita selalu laksanakan kegiatan IPHI di kecamatan-kecamatan,” katanya.

Turut hadir, Kadis Pendidikan Amros Karangmatua, Kaban Kesbangpol Hamdy S Pulungan, Kabag Humas dan Protokol Isnut Siregar dan Camat Angkola Selatan Dody Kurniawan Siregar. (Ty)

About Auther:

BBNews Madina menyajikan informasi terkini tentang BERITA SUMUT - MADINA - PADANGSIDIMPUAN seputar sumut, Indonesia dan dunia Mencerdaskan dan Menyuarakan Aspirasi Masyarakat Dalihan Natolu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *