H Samad Lubis SE MM Dalam Tafsir Kebijakan APBD 2016 : BUPATI MADINA DALAM PERPACUAN

 

bmp
Kadis PKAD H Samad Lubis SE MM saat wawancara khusus dengan Pemred BBNews di ruang kerjanya, Jum’at (29/01) : “Target Perpacuan Dalam 2 Tahun” (foto doc. BBNews)

 

Panyabungan-BBNews

Arah kebijakan APBD Mandailing Natal TA 2016 yang berjumlah lebih Rp 1,5 Trilliyun itu sesuai dengan RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) diprioritaskan kepada perpacuan dalam percepatan pembangunan berbagai infra struktur yang langsung bersentuhan dengan kepentingan masyarakat diakar rumput. Utamanya lebih difokuskan kepada pembebasan seluruh desa-desa terisolir dari ketertinggalannya, yang harus dituntaskan dalam tenggat waktu selama dua tahun ini. Ini target yang telah menjadi konsentrasi seluruh SKPD terkait sesuai dengan perintah dan arah kebijakan bapak Bupati” – ujar Samad.

Bupati Mandailing Natal Drs H Dahlan Hasan Nasution yang selalu menegaskan kebijakannya bahwa tidak akan pernah mau terlibat dalam urusan fiskal dan  sepenuhnya diserahkan kepada SKPD terkait dalam hal ini Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) dibawah komando H Samad Lubis SE MM selaku Kepala Dinasnya. Tentu selaku pengendali dan yang bertanggung jawab penuh  terhadap  fiskal (keuangan dan pajak) di Kabupaten Mandailing Natal, dipandang Redaksi BBNews adalah pihak yang kompoten untuk diwawancarai tentang tafsir arah kebijakan APBD 2016 Kabupaten Mandailing Natal yang baru disyahkan Sidang Paripurna DPRD Madina 05 Januari 2016 lalu itu. Namun wawancara yang dilakukan hanya kami batasi berkaitan dengan kebijakan yang menjadi skala prioritas saja, bagaimana sentuhan dan sinkronisasinya tentang arah kebijakan yang selalu disampaikan Bupati dalam visi-misi yang dijanjikannya pada saat kampanye Pilkada Serentak 2015 dengan thema besar : “Bersama rakyat membangun Madina yang Madani  yang sejahtera, berkeadilan, religius, berbudaya dan bermartabat”. Kadis PKAD H Samad Lubis SE MM saat wawancara khusus BBNews Jumat (29/01) diruang kerjjanya, didampingi Kabid Perbendaharaan H Ahmad Gong Matua Nasution SPd MM, berikut rangkumannya kami sajikan seperti dibawah ini :

“Selama ini ada 115 Desa yang terkungkung dalam kawasan hutan lindung dan TNBG yang terlarang oleh Undang-Undang Kehutanan untuk disentuh sehingga terkendala pembangunan kesana. Setelah kita berhasil membebaskannya dalam dua tahap pada akhir 2014 dan sampai awal 2015 yang lalu, melalui upaya gigih yang terus-menerus dari bapak Bupati bolak-balik ke Jakarta memperjuangkannya, akhirnya alhamdulillah seluruh desa dimaksud disetujui Kementerian Kehutanan dibebaskan atau dikeluarkan dari kawasan hutan lindung dan TNBG. Tak terbantahkan, tangan dingin pak Bupati Drs H Dahlan Hasan Nasution lah yang berperan dan berjasa besar dalam pembebasan 115 Desa ini, baru kemudian bisa kita programkan berbagai bentuk pembangunan untuk mengejar ketertinggalan saudara-saudara kita yang ada dalam kawasan itu selama ini. Selama tahun 2015 hanya sedikit yang baru bisa kita bantu desa-desa terisolir itu karena belum terprogramkan, namun luar biasanya bapak Bupati kita sudah berhasil menerobos hampir seluruh desa-desa terisolir tersebut dalam berbagai event kunjungan kerja atau “blusukan” yang dilakukannya. Rombongan pak Bupati melalui “group gajah orangenya” yang tergabung dalam organisasi IOF menjelajahi hutan belantara Mandailing Natal yang hanya melalui jalan-jalan setapak saja. Tidak ada kata mundur dan tidak ada kata tak bisa serta tidak ada kata menyerah, semuanya mereka retas walaupun terkadang terpaksa harus tidur ditengah hutan atau dirumah-rumah penduduk setempat. Semuanya mereka jalani dengan semangat membaja dan sangat mereka nikmati dengan enjoy saja dalam menghadapi setiap tantangan alam yang ada. Tapi hikmah dibalik itu semua, rombongan pak Bupati bisa langsung melihat dan merasakan betapa terpuruknya tingkat status sosial perekonomian mereka karena dampak buruk keterisoliran yang mereka alami selama ini. Pak Bupati melakukan temu silaturahmi, menyapa, menyalami dan mendengar dengan seksama setiap aspirasi yang disampaikan warganya, dan hal tulah yang menjadi dasar item-item kegiatan pembangunan yang dituangkan dalam APBD kita tahun ini” – tutur Samad.

Prioritas pembangunan infrastruktur dalam membebaskan desa-desa terisolir dimaksud menurut Samad selaku pengendali fiscal itu, utamanya adalah dibidang infrastruktur jalan agar hasil bumi dan pertanian masyarakat bisa dengan lancar diangkut ke pasar dengan harga yang sehat sehingga diharapkan semakin mendorong meningkatnya perekonomian masyarakat setempat secara bertahap. Disamping itu yang masuk dalam skala prioritas adalah sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, keagamaan, kebudayaan dan lainnya.

“Dalam konteks memajukan mutu pendidikan di Kabupaten Mandailing Natal, disamping kita terus melengkapi pembangunan infrastruktur gedung serta sarana dan prasarana lainnya, juga adalah melakukan program peningkatan kualitas guru. Indikator guru atau tenaga pendidik sekarang diukur melalui bukti sertifikasi pendidikan yang telah diikutinya. Dengan pola seperti itu diharapkan mutu pendidikan di Kabupaten Mandailing Natal bisa terus ditingkatkan sehingga muncul siswa-siswi berprestasi yang kita banggakan” – ujarnya.

Dibidang kesehatan kata Samad, lebih difokuskan kepada peningkatan pembangunan sarana dan prasarana instrument kesehatan yang sudah ada, yakni meningkatkan status Puskesmas-puskesmas bisa melayani rawat-inap. Tapi dibalik itu, ada terobosan besar dari pak Bupati yang sangat fenomenal, tahun 2016 ini akan dimulai pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) berstandar Rujukan yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung. Site Plannya sudah rampung akan dibangun diatas tanah seluas 6 (enam) hektar disamping kompleks perkantoran Paya Loting Panyabungan. Saat ini tim dari Pemkab Mandailing Natal sedang giat-giatnya melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Kesehatan di Jakarta berkaitandengan bantuan pendanaan APBN serta juklak dan juknisnya. Namun yang pasti, tahun ini sudah mulai dikerjakan pematangan lahan dan bangunan infrastruktur jalan kelokasi tersebut serta bangunan lainnya sesuai dengan kemampuan dana yang telah dianggarkan pada APBD Mandailing Natal 2016 ini. Bersamaan dengan itu, pembangunan RSU Kotanopan pun akan dimulai tahun ini sesuai dengan arah kebijakan Bupati dibidang kesehatan, sehingga warga masyarakat disekitar Mandailing Julu terbantu tidak susah lagi jauh-jauh ke Panyabungan.

(Bersambung)

648total visits.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *