Tapian Sirisi Syariah Dikembangkan : MULTI FUNGSI

DSC03869
Sebagian Siteplan pengembangan Tapian Siri-Siri Syariah sebagai objek wisata yang berbasis Religi, Budaya dan Ekonomi Kerakyatan

Diseberang, sebelah kiri sepanjang alur sungai itu akan ditanami berbagai macam holtikultura, utamanya berupa sayur-sayuran dan buah-buahan.

Panyabungan-BBNews

Geliat rancang-bangun Tapian Sirisiri Syariah setiap harinya nampaknya terus ditingkatkan dengan mengoperasikan beberapa unit alat berat dan dump truck yang hilir mudik, dimana tata letak variable unit-unit bangunan yang direncanakan sudah mulai terpola.

“ Yang benar namanya adalah Tapian Sirisiri Syariah, karena berada persis dibibir sungai, kalau kata ‘pantai’ harus berada ditepi lautan. Artinya, berbagai istilah yang bermunculan selama ini harus dirobah, seperti Pantai Sirisiri, Waterfront City atau istilah lainnya, mulai hari ini harus disesuaikan dan diluruskan  namanya menjadi Tapian Sirisiri Syariah” – ujar Bupati Kamis (04/02) ditengah-tengah kesibukannya menerima tamu dan menyelesaikan tugas-tugas kedinasannya di Tapian Sirisiri Syariah itu.

Diatas lahan seluas 1,7 hektar itu dijelaskan Bupati akan terus dikembangankan dengan multi fungsi dan banyak manfaat, seperti disamping tempat rekreasi yang berbasis religi dan budaya daerah serta ekonomi kerakyatan, juga ada Mushollah yang didesain dari susunan batu-batu besar, ada ternak ayam tak berbau, ada tanaman holtikultura, serta ada tempat/lapangan upacara resmi Pemda Mandailing Natal dan lain sebagainya.

Diseberang, sebelah kiri sepanjang alur sungai itu akan ditanami berbagai macam holtikultura, utamanya berupa sayur-sayuran dan buah-buahan. “Berapa banyak uang kita keluar hanya untuk mendatangkan buah dan sayur-sayuran dari luar daerah kesini setiap harinya ?. Kebun sayuran itu,tentu akan menambah keindahan Tapian Sirisiri Syariah semacam wisata holtikultura dengan trap-trap jalan setapak,  . Namun sesungguhnya, kebun sayuran dan buah maupun ternak ayam tanpa bau dimaksud adalah semacam perc ontohan bagi masyarakat, yang saya harapkan bisa memotivasi sehingga mendorong masyarakat melakukan hal yang sama diatas lahannya masing-masing. Akses penyeberangan rencananya akan dibuat jembatan rambin ” – ujar Dahlan Hasan.

Selanjutnya dituturkan Bupati, bahwa di Mushollah yang dindingnya terbuat dari susunan batu-batu besar itu, disamping sebagi tempat sholat bagi pengunjung Tapian Sirisiri Syariah, juga akan dimanfaatkan nantinya sebagai tempat untuk belajar Al Quran dan belajar Sholat bagi murid-murid sekolah secara bergantian. “Sekolah-sekolah yang ada di sekitar ini nantinya akan kita koordinasikan dan digilir murid-muridnya untuk belajar serta kita siapkan seluruh fasilitas pendukung yang dibutuhkan. Karena pembelajaran agama sejak dini sangat penting bagi anak-anak kita sehingga mereka tidak kehilangan arah setelah dewasa” – katanya mengingatkan.

DSC03881
Suasana Kesibukan Pembangunan Tapian Siri-Siri Syariah

Berhubung selama ini lapangan tempat upacara resmi Pemda Mandailing Natal adalah diatas lahan kontrakan di Dalan Lidang Panyabungan, dipandang Bupati termasuk pemborosan APBD setiap tahunnya. “Makanya di Tapian Sirisiri Syariah ini, termasuk didesain ada tempat/lapangan upacara yang refresentatif yang juga akan dipergunakan untuk kepentingan Pameran Pembangunan atau pagelaran vestifal budaya daerah, volley ball pantai serta perlombaan lainnya. Kemudian dari ujung ada jalan yang akan dihubungkan sampai tembus ke kompleks Bagas Godang yang ada di Saba Purba, sehingga kedua lokasi ini akan terintegrasi sebagai salah satu destinasi wisata andalan dan kebanggaan kita” – ujarnya.

Sebagaimana diketahui bahwa kompleks Bagas Godang yang juga terobosan besar dari Bupati Drs H Dahlan Hasan Nasution dimaksud,  apabila sudah rampung pembangunannya nanti telah diproyeksikan adalah sebagai salah satu “ikon” Kabupaten Mandailing Natal. Bangunan induknya adalah Bagas Gogang dan Sopo Godang (Rumah Adat) Mandailing Godang, sedang disekelilingnya ada bangunan miniatur dari Bagas Godang semua marga asli Yang lahir di Kabupaten Mandailing Natal ini, ditambah rumah adat etnis dan suku lainnya yang sudah lama hadir dan eksis di Bumi Gordang sambilan ini.

Kompleks Bagas Godang diatas lahan hampir 4 (empat) hektar itu akan dijadikan menjadi slah satu pusat kebudayaan daerah yang didukung berbagai fasilitas memadai, serta sekaligus menjadi tempat pelatihan dan penddidikan berbagai macam seni tari tortor, margordang, marsuling, mangkobar  serta warisan adat budaya lainnya. Keseluruhan bangunan fisiknya yang dihitung konsultan menelan biaya lebih Rp 12 milyar itu, akan menjadi ikon dan destinasi wisata lokal maupun manca Negara yang menjadi kebanggaan daerah ini.

Perlu ditambahkan, sesungguhnya luas lahan bantaran sungai Tapian Sirisiri Syariah itu seluas 1,7 hektar adalah tahap pertama yang dimanfaatkan, sedang luas sebenarnya jauh melebihi itu apabila nantinya bisa dimanfaatkan sampai kemuara Aek Singolot, karena hamparan itu adalah satu kesatuan ketika kompleks perkantoran Pemda Mandailing Natal itu dibebaskan dahulu.(tim)

DSC03885
Susunan Batu-batu besar untuk Pembangunan Musholla di Tepian Siri-Siri Syariah

594total visits.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *