Tindak Lanjut MoU Tentang : Pengembangan Hortikultura

Kadis Pertanian saat menerima cendramata dari Kepala LPPM IPB di aula Kantor Bupati Madina, Jum'at (09/09)

Kadis Pertanian saat menerima cendramata dari Kepala LPPM IPB di aula Kantor Bupati Madina, Jum'at (09/09

Kadis Pertanian saat menerima cendramata dari Kepala LPPM IPB di aula Kantor Bupati Madina, Jum'at (09/09)
Kadis Pertanian saat menerima cendramata dari Kepala LPPM IPB di aula Kantor Bupati Madina, Jum’at (09/09)

Panyabungan-BBNews
Tindak Lanjut MoU Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dengan LPPM IPB Tentang Pengembangan Hortikultura di Kabupaten Mandailing Natal melalui Dinas Pertanian dan Peternakan di Aula Kantor Bupati Mandailing Natal, Jum’at kemarin (09/09).

Kadis Pertanian dan Peternakan, Taufik Zulhandra Ritonga, MM mengatakan, Dimana dasar dari kegiatan ini adalah, MoU Kabupaten Mandailing Natal dengan LPPM IPB nomor 86/IT3.11/KS/2015 dan nomor 521/35/DISTAN/I/2015 Tanggal 23 Januari 2015,
Keputusan Bupati Mandailing Natal nomor 521/655/K/2014 Tanggal 28 November 2014 tentang Program/Kegiatan, lokasi dan SKPD pendukung pengembangan tanaman sayuran secara terpadu di Kabupaten Mandailing Natal.
Surat dari LPPM IPB nomor 1889/IT3.11/PM/2016 Tanggal 30 Agustus 2016 perihal audensi,ucapnya.

Dikatakannya juga, kehadiran LPPM-IPB Bogor di bumi gordang sambilan ini adalah membantu Pemerintah Daerah Mandailing Natal utamanya terhadap petani hortikultura melalui pemanfaatan tekhnologi, pendampingan petani dan perbaikan tata niaga pemasaran hasil-hasil pertanian sesuai dengan MoU yang sudah disepakati. pada kesempatan ini juga LPPM IPB akan meninjau langsung ke lokasi Pertanaman Hortikultura yaitu, Desa Hutanamale Kecamatan Puncak Sorik Marapi yang rencananya akan kita tinjau setelah Sholat Jum’at nanti,ujarnya.

Suasana kelanjutan MoU di aula Kantor Bupati Madina
Suasana kelanjutan MoU di aula Kantor Bupati Madina

Taufik menambahkan, kami sangat berterima kasih kepada pihak LPPM-IPB Bogor dimana pada Tahun 2015 telah menetapkan Kabupaten Mandailing Natal sebagai salah satu dari 15 (Lima belas) Kabupaten/Kota yang terpilih sebagai Daerah pendampingan pengembangan pertanian di Indonesia. Dan hal ini sudah kita tindaklanjuti dengan pertanaman kol 1 Ha. di dua kelompok tani yang akan kita tinjau nanti, sedangkan saat ini perkembangan produksi tanaman sayur khususnya, tanaman kol, bawang merah, dan kentang, di Kabupaten Madina belum dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara umum. Dimana kemampuan produksi petani lokal untuk tanaman sayuran kol (22%), kentang (20%), dan bawang merah (5%) sedangkan sisanya masih didatangkan dari luar Daerah Kabupaten Madina,paparnya.

Disampaikannya juga, untuk meningkatkan kualitas, kontinuitas, produksi, serta produktifitas ketiga komoditi Hortikultura tersebut, yang tentunya akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani maka Pemkab Madina telah menerapkan kebijakan pengembangan sayuran sebagai berikut:
Mempertahankan Daerah sentral-sentral produksi sayuran utamanya terhadap wilayah yang memiliki potensi produktifitas tinggi seperti kecamatan Batang Natal (Desa Sopotinjak, Ampung Julu, dan Aek Guo), Kecamatan Puncak Sorik Marapi (Desa Hutanamale, dan Hutabaru) serta Kecamatan Ulupungkut (Desa Simpang Banyak dan Alahan Jae). kebijakan ini dituangkan dalam surat Keputusan Bupati Mandailing Natal no. 521/655/k/2014 tanggal 28 November 2014. Melakukan program rehabilitasi terhadap Daerah sentra produksi yang menjalani pertumbuhan negatif seperti Kecamatan Kotanopan. Melakukan kerjasama dengan instansi/ lembaga yang kompeten di bidang pertanian utamanya dalam hal peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat petani yaitu LPPM IPB yang hadir bersama kita,pungkas Taufik.

Sementara Bupati Madina yang diwakili oleh Wakil Bupati Madina, H.M.Ja’far Sukhairi Nasution, dalam arahannya mengatakan, perkembangan tanaman Hortikoultura di Kabupaten Mandailing Natal belum kompetitif dengan produksi yang berasal dari Daerah lain, baik di Pasar dalam Daerah maupun Pasar luar Daerah, Kendala pengembangan tanaman Hortilkultura di Kabupaten Mandailing Natal disebabkan oleh kurangnya sentuhan alih teknologi terhadap para petani, manajemen pemasaran hasil-hasil pertaniannya yang masih tradisional, dan belum efisiennya pengelolaan budidaya Hortikultura. Untuk itu marilah kita manfaatkan betul kerjasama antara Pemkab Madina dengan LPPM IPB untuk menggali permasalahan serta mengambil solusi dalam pemecahan masalah yang dihadapi petani kita dilapangan,ujarnya.

Ditambahkannya juga, dalam program pengalihan tanaman ganja menjadi pusat tanaman Hortikultura yang berada di Kecamatan Panyabungan Timur yang sudah menjadi masalah Nasional, maka kita manfaatkan kedatangan LPPM IPB untuk bertukar fikiran serta meminta saran pendapat karena LPPM IPB merupakan suatu lembaga terkemuka dan berkualitas Internasional dalam penelitian dan pemberdayaan masyarakat berbasis IPTEK di bidang pertanian Tropika,jelasnya.

Disampaikannya juga, saya yakin dengan penanganan yang serius terutama dari SKPD terkait, seperti Dinas Pertanian dan Peternakan, BP2KP, Perindusterian dan Perdagangan serta Instansi terkait lainnya pembangunan Hortikultura di Kabupaten Madina ini dapat berhasil, hal ini terbukti bahwa petani teladan tahun ini dapat diraih petani kita yaitu Bapak Darmin Nasution dari Kecamatan Puncak Sorik Marapi dan kami dari Pemerintah juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Darmin Nasution dan juga kepada LPPM IPB, mari kita jadikan sebagai motivasi untuk terus berusaha dan berusaha lagi dan kami sangat berharap banyak kepada LPPM IPB untuk dapat membantu kami dalam mengembangkan program-program pemberdayaan masyarakat yang berbasis pada hasil-hasil penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Kabupaten Madina serta menantikan kehadiran Bapak Rektor IPB di Bumi Gordang sambilan yang kita cintai ini, dan khususnya kepada Dinas PU supaya membantu memberhasilkan program ini melalui peningkatan sarana transportasi jalan menuju lokasi, untuk mempermudah dalam mengangkut hasil pertanian sehingga tataniaga hasil-hasil pertanian lebih lancar dan petani kita lebih bergairah dalam berusaha, papar Wakil Bupati sambil membuka acara ini.

Perlu diketahui bahwa, para undangan rapat berasal dari DPRD Kabupaten Mandailing Natal, Plt Stdakab Madina, beberapa SKPD, BPS, Camat Panyabungan Timur, Camat Puncak Sorik Marapi, Alumni IPB, UPTD Pertanian, HKTI, KTNA, Tokoh masyarakat, PPL, Kelompok tani dan Pers dengan jumlah + 80 orang. Dari LPPM IPB adalah Kepala LPPM IPB, Dr. Ir. Prastowo, M.Eng, Wakil Kepala Bidang Penelitian LPPM IPB, Kepala PKHT LPPM IPB, Dr.Ir.Darda Effendi, M.Si, TA.Klinik Tanaman IPB,Dr.Ir.Widodo, M.Sc, Peneliti Senior IPB, Dr.Ir.Parlaungan Aidil Rangkuti, Staff LPPM IPB, Danang Aria Nugroho,S.E.(mq)

803total visits.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *