DPO Kerusuhan Mompang Julu Menyerahkan Diri Ke Polres Melalui Ketua DPRD Madina

Erwin Efendi Lubis, SH Ketua DPRD Madina, (Foto:MS)

bbnewsmadina.com, Setelah pada pagi Jum’at (03/07) kemaren, Ketua DPRD Kabupaten Mandailing Natal Erwin Efendi Lubis SH, melakukan pertemuan dengan Tokoh masyarakat, dan masyarakat Desa Mompang Julu Kecamatan Panyabungan Utara di Mesjid Raya Desa Mompang Julu, guna membicarakan tindak lanjut pasca aksi pemblokadean Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) pada Senin 29 Juni 2020 yang berujung ricuh dan anarkis dimana telah terjadi pembakaran 2 Unit Sepeda Motor dan 2 Unit Mobil yang salah satunya Mobil Dinas Wakapolres Mandailing Natal.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Mesjid Raya Mompang Julu, Ketua DPRD Madina meminta seluruh warga masyarakat untuk menahan emosi dan jangan mudah terprovokasi dengan informasi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan.

Terkait kerusuhan pada sore Senin 29 Juni 2020 Ketua DPRD meminta semua harus obyektif dan proaktif dalam proses hukum agar tidak lagi menimbulkan permasalahan baru dan menjadi beban ditengah Masyarakat Desa Mompang Julu.

Erwin Efendi Lubis SH juga meminta kepada seluruh warga untuk Proaktif dalam proses penegakan Hukum yang akan dijalankan oleh Pihak Kepolisian, dan meminta kepada warga yang terlibat dalam kerusuhan untuk menyerahkan diri kepada pihak kepolisian agar menjadi sebuah catatan yang dapat meringankan dalam proses Hukum.

Usai pertemuan yang dilakukan Ketua DPRD Madina dengan Tokoh masyarakat tersebut, akhirnya pada Sabtu (04/07), salah satu Kordinator aksi Pemblokadean Jalinsum dengan inisial (AW), dimana sebelumnya sempat diburu oleh pihak kepolisian menghubungi Ketua DPRD Madina dan meminta Ketua DPRD membantu AW untuk menyerahkan diri Kepihak Kepolisian Resort Mandailing Natal.

“Sebagai rasa tanggung jawab moral, saya harus bersedia membantu AW selaku masyarakat Mandailing Natal, yang telah bersedia menyerahkan diri dan proaktif dalam menjalani proses hukum, dan yang utamanya dengan menyerahkan dirinya AW maka kita harapkan tidak ada lagi penyisiran ke Desa Mompang Julu yang mana dampaknya menjadi tekanan psikologis bagi Masyarakat Desa Mompang Julu, jika masih ada nama – nama yang akan dipanggil pihak kepolisian, saya harap juga agar proaktif dan harus hadir di Polres Madina,” pinta Ketua DPRD Madina. (MS)

About Auther:

BBNews Madina menyajikan informasi terkini tentang BERITA SUMUT - MADINA - PADANGSIDIMPUAN seputar sumut, Indonesia dan dunia Mencerdaskan dan Menyuarakan Aspirasi Masyarakat Dalihan Natolu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *