DPP IM3 : Alasan KPU Madina Tak Masuk Akal Buat Debat di Tapteng, “Hanya Hamburkan Uang Negara”

 

Ketua DPP IM3 Madina Rosyadi Lubis saat melakukan aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu. (Foto:SR)

bbnewsmadina.com, Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muslim (DPP IM3) Kabupaten Madina, Rosyadi Lubis menilai KPU Madina hanya menghamburkan uang negara memilih tempat debat di Pia Hotel Tapanuli Tengah (Tapteng).

Sebagaimana diketahui, debat kandidat Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mandailing Natal akan berlangsung di Pia Hotel Tapteng, Jumat (13/11) besok.

Menurut Rosyadi, di Mandailing Natal juga punya tempat yang layak pakai untuk pelaksanaan debat kandidat Calon Bupati dan Wakil Bupati.

Aktivis mahasiswa ini menerangkan, tidak masuk akal alasan KPU membuat debat kandidat di luar kota. Sebagaimana informasinya bahwa KPU Madina memilih debat di Pia Hotel Tapteng untuk mengantisipasi penyebaran klaster baru Covid-19 di Kabupaten Madina.

Rosyadi pun menjelaskan, bahwa semua masyarakat tau bahwa penyelenggaraan Pilkada tahun ini dilaksanakan pada masa pandemi Covid-19. Dan KPU Madina juga telah melakukan serangkaian tahapan sebelumnya.

Yang mana, seperti tahapan pendaftaran pasangan calon dan tahapan pengundian nomor urut pasangan calon. Kedua tahapan itu dilaksanakan di Madina bukan di luar daerah.

“Kedua tahapan itu kan dilaksanakan di Madina bukannya di luar daerah. Kenapa pas tahapan debat kandidat ini dibuat di luar kota. Ini kan sangat aneh dan enggak masuk akal. Kami dari (IM3) menilai bahwa KPU hanya menghamburkan uang negara,” terangnya.

Dia pun meminta kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) agar segera mengevaluasi kinerja dari Komisioner KPU Madina.

“Kami meminta kepada DKPP segera mengevaluasi kinerja Komisioner KPU Madina,” katanya.

Sementara itu, sebelumnya Ketua KPU Madina mengatakan bahwa debat publik calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Madina akan diselenggarakan di PIA Hotel Tapteng pada Jumat 13 November 2020.

Pelaksanaan debat ini nantinya akan ditayangkan secara live di stasiun televisi yakni Efarina TV.

Syarief mengatakan, karena masih dalam pandemi Covid-19, peserta dalam debat ini bakal dibatasi. Untuk yang diizinkan masuk ke arena debat cuma pasangan calon yang didampingi oleh empat (4) orang masing-masing dari perwakilan paslon.

“Pilkada tahun ini berada dalam pandemi Covid-19, tentunya kita tidak ingin semua tahapan kampanye menjadi kluster baru penyebaran Covid-19. Karena itu debat publik kita laksanakan di PIA hotel Tapteng. Jumlah peserta debat kita batasi, selain pasangan calon, yang diizinkan hanya 4 orang dari masing-masing Paslon,

“Kegiatan debat ini ditayangkan live di Efarina TV pada pukul 14.00 Wib, dan berlangsung selama 90 menit. Masyarakat juga bisa menyaksikan dari laman KPU dan akun media sosial KPU Madina,” kata Syarief dikutip dari media Mohga News. (SR)

About Auther:

BBNews Madina menyajikan informasi terkini tentang BERITA SUMUT - MADINA - PADANGSIDIMPUAN seputar sumut, Indonesia dan dunia Mencerdaskan dan Menyuarakan Aspirasi Masyarakat Dalihan Natolu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *