BBNews.com

Mencerdaskan & Menyuarakan Aspirasi Masyarakat Dalihan Natolu

BBNews.com > DPRD Kota Padangsidimpuan > Sekilas Biografi – Irsan Efendi Nasution, SH :  “SANG TOKOH YANG TERUJI”

Sekilas Biografi – Irsan Efendi Nasution, SH :  “SANG TOKOH YANG TERUJI”

 

Padangsidimpuan-BBNewsmadina.com

Testimoni tentang tokoh kita kali ini, sesungguhnya dia dilahirkan dengan nama lengkap IRSAN “RIYAL” EFENDI NASUTIION pada 24 April 1970 lalu, dari seorang ayah petani tulen bernama H. Abdul Hadi Nasution (alm) dan ibu bernama Nurbijak boru Hasibuan (alm) di Desa Lumban Dolok-Kecamatan Siabu-Kab Madina (sekarang). Dia sekolah hanya SD sampai kelas 1 (satu) SMP saja dikampung, selanjutnya sejak kelas dua SMP sampai sekarang pindah dan berdomisili di kota salak Padangsidimpuan.(Catatan : Kata “Riyal”, waktu mendaftar SD hilang, dalam Ijazah hanya tertulis Irsan Efendi Nasution saja-Red)

Dia ditempah lama dalam organisasi kepemudaan Pemuda Pancasila dari anggota sampai pengurus, kemudian dari sinilah awalnya dia direkomendasikan turut menjadi pengurus di organisasi KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Kab Tapanuli Selatan ditingkat struktur Seksi (1995-1998) dibawah kepemimpinan Ali Rachman Nasution, SH. Lalu pada priode DR Mustafa Ramadhan Siregar sebagai Ketua KNPI Kab Tapanuli Selatan (1999-2001), Irsan Efendi Nasution (Irsan) dipercaya mendampinginya sebagai Sekretaris. Setelah itu selama 3 (tiga) priode berturut-turut (9 tahun), Irsan dipercaya memimpin KNPI Kab Tapanuli Selatan. Dalam rentang waktu yang panjang itu, menempatkan Irsan Efendi Nasution adalah satu-satunya yang menorehkan dalam sejarah ke-KNPI-an Kab Tapanuli Selatan sebagai ketua terlama sekaligus menjadi tokoh pemuda yang dihormati dan disegani.

Irsan Efendi Nasution.SH

Irsan Efendi Nasution.SH

Kekaderan dia selama puluhan tahun yang berkutat dan malang-melintang dalam organisasi kepemudaan itulah, yang membuat sosok Isan menjadi matang, tangguh dan ulet rendah hati, penyabar dan sekaligus bejiwa satria dalam menghadapi setiap gejolak dan dinamika kehidupan yang dihadapinya. Dia adalah typikal yang suka tantangan, inovatif sekaligus penyabar dan rendah hati dalam setiap mendengar curhatan persoalan teman bicaranya, lalu dengan piawai membedah dan mengkajinya untuk menemukan solusi terbaik. Dan barangkali, ketokohan yang sudah “teruji” seperti itulah yang akhirnya para kader parpol tempatnya bergabung mempercayainya secara aklamasi untuk memimpin DPD Partai Golkar Kota Padangsidimpuan yang ternyata sekarang semakin berkembang ditangannya. Pada Pemilu 2014 lalu, Irsan terpilih menjadi wakil rakyat sebagai anggota DPRD Kota Padangsidimpuan sekaligus sebagai Ketua Fraksi Golkar dan Ketua BKD (Badan Kehormatan Daerah) DPRD Kota padangsidimpuan, dimana dalam kiprahnya terkenal selalu vocal memperjuangkan dan membela aspirasi masyarakat secara luas. Sebelumnya tokoh kita yang santun ini, pernah juga aktiv di organisasi KADIN dan sekaligus menggeluti dunia kontraktor. Lalu yang fantastisnya, akhir-akhir ini ditengah-tengah kesibukannya dalam menghadapi pergelutan dinamika politik yang dihadapinya baik dalam fungsinya sebagai seorang legislator maupun dalam konteks mengkelola kepemimpinan dipartainya, namun dia masih sempat membagi waktunya secara “disiplin” sebagai Petani Kopi didaerah Situmba-Sipirok yang kini sudah mulai produksi dengan hasil yang menggembirakan. Artinya, sederet gelar pantas diberikan terhadapnya, baik sebagai Wartawan, Tokoh Pemuda, Pengusaha, Politikus, Dermawan sekaligus sebagai Petani Kopi.

 MASA KECIL

Irsan Efendi adalah anak paling bungsu dari 8 bersaudara (5 perempuan + 3 laki-laki), namun yang masih hidup sekarang tinggal 4 perempuan dan 2 laki-laki. Dikampung saat masa kecilnya dan mungkin karena faktor kebungsuannya, dia sangat dimanja dan disayangi oleh saudara-saudara dan jiran tetangganya. Dia akrab ditimang, disayang dan dipanggil dengan sebutan “Ucok Mamma” yang dirangkai dengan kalimat “Mamma bolo-bolo”, yah mungkin mengacu kepada bait lagu India klasik “Mamma bolo-bolo” itu. Sampai sekarang bila dikampung, teman-teman sebaya dan seniornya masih akrab memanggil dia dengan sebutan “Ucok Mamma” atau “Ucok” saja, baru yang berumur dibawahnya mengenal dia dengan nama Irsan Efendi. Masyarakat dikampungnya (kl.1.500 KK) tidak ada yang tak mengenal Irsan  dan dia sangat dihormati sekaligus disegani karena kesantunannya dalam bertutur kata. Dia terkenal ringan tangan membantu sesama, ramah, rendah hati, dan sangat tinggi sosial kemasyarakatannya. Hampir dalam setiap event keluarga maupun kemasyarakatan, Irsan  bersama keluarga selalu menyempatkan diri hadir serta berperan penting didalamnya, walaupun jarak kota Padangsidimpuan ke kampungnya (Lumban Dolok) ada sejauh sekitar 58 KM.

Awalnya, atas musyawarah keluarga dan permintaan abangnya (Ali Rachman Nasution SH) yang kala itu berprofesi sebagai seorang Wartawan dan berdomisisli di Padangsidimpuan, Irsan kecil (naik kelas 2 SMP) dipindahkan ke kota Padangsidimpuan untuk melanjutkan sekolah sampai tingkat SLTA. Sementara gelar S-1 (Hukum) diraih Irsan belakangan.

Lalu mulanya,  ada semacam kekhawatiran muncul dalam benak abangnya, bila Irsan kecil yang selalu “dimanjakan” dikampung, akan tumbuh dalam ketidak pastian masa depannya. Berpijak dari pemikiran itulah, akhirnya abangnya memutuskan dan berupaya menempah Irsan agak keras dan berdisiplin. Kata-kata abangnya yang masih terngiang sampai sekarang : “Kau harus bisa lebih pintar dari saya, kalau kau tak mampu lebih baik kau berhenti saja sekolah”-kenang abangnya dengan niat memotivasi. Irsan menurut abangnya, diperkenalkannya sejak awal bagaimana kerasnya kehidupan yang dihadapi, habis sekolah ditugaskannya mengantar Koran naik sepeda keliling kota Padangsidimpuan agar mentalnya kuat, namun hal itu pulalah yang membuat Irsan gemar membaca dan akhirnya sempat lama berprofesi sebagai Wartawan. Demikian juga halnya dalam dunia keorganisasian pemuda, menurut abangnya itu, Irsan terus ditempah dan dikader secara berjenjang dan berkelanjutan. Karena targetnya,  memang Irsan diformat, ditempah dan dipersiapkan untuk menjadi seorang “pemimpin masa depan” yang tangguh, ulet sekaligus amanah, untuk berbhakti kepada kedua orangtua, keluarga, agama, bangsa dan negara. Alhamdulillah, tanda-tanda kearah itu sudah mulai digelutinya dan sinar nampaknya semakin berkembang, “dwi fortuna” semakin mendekatinya, karena saat ini digadang-gadang dan mendapat dukungan kuat dari masyarakat agar Irsan turut menjadi salah satu Balon Walikota Padangsidimpuan pada Pilkada dekat ini.

Irsan Efendi Nasution Bersama Istri Derliana Boru Regar

Irsan Efendi Nasution.SH bersama Istri Derliana
boru Regar

GURATAN MARGA

Dalam urutan silsilah (tambo) guratan marga Nasution, Irsan Efendi adalah generasi ke-17 dari ompung Raja Sibaroar Nasakti gelar Sutan Di Aru Nasution (Bagas Godang Panyabungan Tonga), sementara ibundanya sendiri adalah Nurbijak boru Hasibuan (alm) asal Palas. Lalu, Irsan menikahi Derliana boru Regar yang selalu setia mendampinginya serta dianugrahi anak-anak yang cerdas dan berbudi luhur. Derliana sudah dua priode dipercaya menjadi salah seorang legislator di DPRD Kab Tapanuli Selatan dari Partai Golkar. Artinya darah yang mengalir dalam tubuh Irsan adalah perpaduan dari marga Nasution dan marga Hasibuan. Tentu, marga Hasibuan dan marga Siregar secara garis adat, adalah diposisi mora yang harus dihormati Irsan dalam kehidupan sehari-hari sekaligus mora yang semestinya berperan memberikan panduan terhadapnya. Filosofi adat Dalihan Natolu : ”Holong namarsudaro, elek namar anakboru, hormat namarmora”. Horas….!!!.(Tim)

3196total visits.

About

BBNews Madina adalah sebuah situs berita di Kabupaten Mandailing Natal yang mencakup beberapa wilayah di Sumatera Utara sampai ke pelosok desa untuk tujuan Mencerdaskan dan Menyuarakan Aspirasi Masyarakat Dalihan Natolu

POST YOUR COMMENTS

Address:Jl. Lintas Timur Nomor 9. Panyabungan - Sumatera Utara

Phone:082165877288

Email:bonabulu_news@yahoo.com - buana171@gmail.com