Erwin Efendi Lubis Terima Audiensi FPPAB Kabupaten Mandailing Natal

 

Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis SH saat menerima kunjungan FPPAB di ruang kerjanya, Senin (02/11). (Foto:DN)

bbnewsmadina.com, Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis SH menerima audiensi Forum Pelestarian dan Pengembangan Adat Budaya (FPPAB) Kabupaten Mandailing Natal, diruang kerjanya, Senin (02/11).

Perwakilan pengurus FPPAB Madina yang turut dalam audiensi tersebut antara lain, Ketua FPPAB H. Asanal Arifin Nasution S.Sos Gelar Patuan Mandailing, Sekretaris FPPAB Rachman Ali Nasution SH, Anggota Dewan Pakar, Drs M.Safi’i Lubis, Drs. Bakhsan Parinduri, dan Alqaf Masri.

Pada audiensi ini Sekretaris FPPAB Rachman Ali menyampaikan beberapa program kerja yang bertujuan untuk kesinambungan pengembangan adat budaya di Mandailing Natal, dimana adat budaya juga sebagai benteng terdepan dalam menghindari dampak negatif dari kemajuan global.

“Selain itu, kami juga mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang penguatan adat dan budaya Mandailing Natal.”

“Karena sejak Kabupaten Mandailing Natal berdiri waktu itu disusunlah simbol adat masuk kedalam logo Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal, namun untuk itu kiranya adat dan budaya itu tidaklah hanya sebatas simbol namun dikuatkan dalam bentuk kelembagaan adat dan diterbitkanlah Peraturan Bupati dan selanjutnya diusulkan Peraturan Daerah (Perda).”

“Kami berpandangan Perda ini sangat dibutuhkan agar adat dan budaya dan kelembagaannya perlu diatur dalam sebuah Peraturan Daerah yang baik hingga kedepan mampu menjadi dasar berpijak dalam pengambilan keputusan menyangkut pengembangan kelembagaan adat buaya ini,” tukasnya.

Lanjut Rachman, FPPAB juga sudah melakukan langkah diplomatis dalam mengupayakan rekonsiliasi dalam kejadian kerusuhan di Desa Mompang Julu bersama tokoh masyarakat untuk memberikan pembelaan hukum terhadap warga yang sedang menjalani proses hukum di Medan.

Dimana langkah yang di tempuh ini diibaratkan, “Menarik Rambut Dalam Tepung, Rambut Tidak Putus, Tepung Tidak Berserak,” ungkapnya.

Atas audiensi FPPAB tersebut, Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis SH sangat mendukung dan merespon dengan Positif, yang mana bertujuan untuk penguatan adat dan budaya.

Erwin Efendi Lubis juga berharap agar FPPAB Kabupaten Mandailing Natal menjadi wadah dari semua kepentingan yang berhubungan dengan adat budaya Madina.

“Dan supaya semua kelompok dan golongan merasa memiliki dan menerima, maka FPPAB ini harus menunjukkan bahwa ini piur Forum adat budaya Mandailing Natal bukan Forum kerjasama untuk suatu kepentingan,” ucap Erwin.

Terkait upaya rekonsiliasi dalam kejadian kerusuhan Desa Mompang Julu, Erwin Efendi Lubis SH juga turut mendukung langkah – langkah yang ditempuh oleh Forum Pelestarian dan Pengembangan Adat Budaya Kabupaten Mandailing Natal.

“Namun dalam hal ini kita harus dapat mengkaji dan menelaah lebih mendalam agar kedepan tidak ada kesalahan dalam melangkah yang nanti pada ujungnya ada pihak yang saling menyalahkan, karena ini murni adalah dalam rangka misi kemanusiaan sebagai bentuk itikad baik FPPAB dalam memberikan bantuan moril untuk menyelesaikan permasalahan secara adat istiadat di Kabupaten Mandailing Natal,” pungkas Ketua DPRD. (MS)

About Auther:

BBNews Madina menyajikan informasi terkini tentang BERITA SUMUT - MADINA - PADANGSIDIMPUAN seputar sumut, Indonesia dan dunia Mencerdaskan dan Menyuarakan Aspirasi Masyarakat Dalihan Natolu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *