Extrim..!! Jembatan Desa Huta Padang Butuh Perhatian Pemerintah

Kondisi Jembatan di Desa Huta Padang Kecamatan Kotanopan saat dilalui Kendaraan Roda Empat. (Foto: SH)

bbnewsmadina.com, Beginilah kondisi jembatan di Desa Huta Padang Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal yang sudah begitu memprihatinkan.

Jembatan tersebut diketahui setiap hari dilewati warga dan sangat dibutuhkan warga dari Lima Desa yakni warga di Desa Huta Padang, Hutarimbaru, Gunung Tua, Desa Simandolam dan Desa Aek Marian (Muara Potan).

Pantauan bbnewsmadina.com Sabtu (25/01), kondisi jembatan tersebut sudah sangat membahayakan apabila dilewati. Kayu-kayu yang ada di jembatan sudah rapuh dan banyak yang terlepas. Saat di lokasi, ada sebuah kendaraan roda empat yang sedang melewati jembatan tersebut.

Pengemudi mobil itu tampak sangat berhati-hati, bahkan penumpang di dalam mobil juga harus turun untuk memperbaiki kayu-kayu di jembatan agar roda kendaraannya tidak terjatuh yang bisa membahayakan keselamatannya.

Dari keterangan warga di lokasi, kondisi itu sudah berlangsung sejak sekitar dua atau tiga bulan belakangan ini. Kondisi jembatan sudah berulang kali diperbaiki warga menggunakan peralatan seadanya karena keterbatasan dana.

Beberapa hari yang lalu, dari pengakuan warga, salah satu pengendara ada yang terjatuh akibat melewati jembatan tersebut.

“Iya mau gimana lagi, kalau mau ke Pasar Kotanopan harus lewat jembatan itu. Sehari-hari kita lewat situ untuk memenuhi kebutuhan kita. Ada memang jalan akses yang satu lagi tapi jauh kali sekitar 1 KM lebih jaraknya, dan kondisi jalannya juga rusak,” ungkap sejumlah warga di Desa Huta Padang menanggapi wartawan.

Mereka sekaligus berharap kepada Pemerintah dan kepada bapak Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution untuk datang ke Desa Huta Padang meninjau kondisi jembatan tersebut.

“Cuma ini satu-satunya kami rasa jembatan yang belum permanen di daerah Madina kita ini. Padahal jembatan ini kan banyak dipergunakan warga. Ada lima Desa yang sangat butuh jembatan ini. Kami harap pak Bupati mendahulukan kebijakan pembangunan yang mementingkan hajat hidup orang banyak,” ujar warga itu sembari berharap Bupati datang dan meninjau kondisi jembatan.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Desa Hutarimbaru Rasoki Nasution, ia menceritakan kondisi jembatan sudah beberapa kali rusak. Kata dia, masyarakat cuma sanggup melakukan perbaikan dengan perlatan seadanya itupun secara bergotong royong.

Perbaikan yang dilakukan masyarakat hanya bertahan dengan jangka waktu yang sebentar, kondisi jembatan yang banyak dilewati warga setiap harinya membuat jembatan begitu kerap cepat rusak.

“Kalau kayu-kayunya lepas cuma perbaikan secara gotong royong yang bisa kami lakukan, tapi rusak lagi begitu terus lah sampai sekarang ini. Kami berharap pemerintah mau membangun jembatan permanen dan berharap pak Bupati datang meninjau jembatan sebelum warganya nanti ada yang jadi korban,” pinta Kepala Desa Hutarimbaru. (DN/SH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *