KOMPAK Madina Kecam Tindakan Kepdes Yang Disinyalir Merugikan Masyarakat

foto : KOMPAK Madina. (JBL)

bbnewsmadina.com, Terjaringnya tiga oknum Kepala Desa (Kepdes) asal Kecamatan Batang Natal yakni SN (51) Kepala Desa BK, FN (49) Kepala Desa TN dan NN (49) Kepala Desa AM.

Dalam razia Penyakit Masyarakat (Pekat) pada selasa (10/9) sekira pukul 01.00 wib dini hari lalu disalah satu Kafe dan Karaoke yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja Mandailing Natal (Satpol PP Madina) mendapat kecaman keras dari Koalisi Mahasiswa Pergerakan Kabupaten Mandailing Natal (KOMPAK Madina).

Menanggapi hal ini, Ketua KOMPAK Madina, Taufik Pulungan kepada bbnewsmadina.com, senin (16/9) menegaskan bahwa memang sudah bukan rahasia lagi jika banyak oknum Kepala Desa yang diduga menyalahgunakan wewenang dalam hal pengelolaan Dana Desa (DD).

“Dana yang sejatinya diperuntukkan sebagai peningkatan kapasitas Desa agar perekonomian dan sumber daya manusia masyarakat desa dapat berkembang. Namun kenyataannya, banyak oknum kepala desa yang justruĀ  kita duga mempergunakan dana desa tersebut untuk kepentingan pribadi. Dan yang lebih celakanya lagi, hanya karena ingin menuntaskan nafsu syahwatnya, mereka mengunjungi karaoke, cafe dan tempat-tempat hiburan malam lainnya”.ungkapnya

Masih Taufik, seperti yang baru-baru ini terjadi disalah satu Kafe dan Karaoke inisial AL di Jalan Lintas Timur Kecamatan Panyabungan Kabupaten Madina. Ada tiga oknum Kepala Desa yang terciduk Satpol PP saat razia Pekat bersama dengan perempuan pemandu karaoke sedang bersama-sama dalam satu ruangan (room).

Oleh sebab itu, KOMPAK Madina sangat mengecam keras tindakan-tindakan pejabat penyelengara pemerintah yang diduga kuat dapat menimbulkan potensi kerugian masyarakat, khususnya ketiga oknum Kepdes yang baru-baru ini terjaring razia Pekat tersebut.

“Kami meminta agar Pemkab Madina untuk serius dalam menindak oknum Kepala Desa yang terjaring pada saat Razia Pekat tersebut. Serta, KOMPAK Madina juga meminta agar pihak terkait melakukan pengawasan yang serius terhadap keberadan kafe-kafe, penginapan serta tempat hiburan lainnya yang disinyalir membebaskan pengunjungnya untuk berbuat maksiat”.harapnya.

Kemudian tambahnya, KOMPAK Madina juga menegaskan agar Inspektorat Madina segera melakukan audit terhadap penggunaan serta penyaluran Dana Desa di seluruh Desa yang ada di Madina, terkhusus lagi buat Desa dari ketiga oknum Kepdes yang terjaring razia pekat kemaren. (LBS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *