“MANDAILING LEBIH TUA DARI BATAK”

“MANDAILING LEBIH TUA DARI BATAK”

( by : Ali Rachman Nasution SH )

Mandailing Natal | BBNewsmadina.com

Badan Arkeologi yang melakukan penggalian dan penelitian di Bakkara (Samosir), yang diyakini sebagai pusat peradaban manusia tertua di Tanah Batak, ternyata Artefak tertua yang ditemukan disana baru berusia 600 tahun saja. Hal tersebut disampaikan Prof Dr Rusmin Tumanggor MA (Dosen FAKULTAS Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Jakarta) dihadapan para peserta Seminar Nasional “Dalihan Natolu Ditinjau dari Semua Agama dan Pancasila, Menuju Indonesia Gemilang” yang dilaksanakan Jam’iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) di aula Ponpes Musthofawiyah Purba Baru-Madina (23/03/17) lalu, sebagai bagian kegiatan dalam memaknai kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Barus (Tapteng) dan Madina 24-25/03-2017. (Kebetulan peserta Seminar dari unsur FPPAB Madina ada sebanyak 9 orang).

Artinya, artefak peradaban manusia tertua di Tanah Batak baru ada sekitar tahun 1.400-an atau 600 tahun lalu. Bandingkan dengan Candi Simangambat-Siabu (Mandaiing) atau Candi Bahal di Portibi (Paluta) menurut Badan Arkeologi sudah  berusia sejak abad IX-X (tahun 900-1.000 an).

Berdasarkan fakta temuan ilmiah tersebut, tentu semakin terbantahkan adanya pengklaiman selama ini bahwa Batak lebih tua dari Mandailing, Batak adalah Melayu Tua sedang Mandailing Melayu Muda, Semua Marga dan manusia yang ada di Mandailing berasal dari Batak atau Mandailing adalah bagian dari Batak dan lainnya, adalah tidak benar sama sekali.

Kami hanya ingin mengatakan bercermin dari penjelasan pak Rusmin diatas dan banyak fakta lainnya, bahwa Mandailing adalah lebih tua dari Batak, malah peradaban manusia di Tanah Batak justru ditengarai bersumber dan mengalir dari Tanah Mandailing. Jangan mau lagi dibohongi seperti selama ini. Horas Mandailing…!!! (**)

 

Tinggalkan Balasan

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)