Ratusan Massa MPC PP Madina Gelar Aksi Unjuk Rasa Ke Gedung DPRD

Aksi Massa MPC PP Madina saat lakukan aksi unjuk rasa di gedung DPRD Madina, Senin (10/02). (Foto:DN)

bbnewsmadina.com, Ratusan massa atas nama Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Mandailing Natal pada melakukan aksi unjuk rasa ke Gedung DPRD Madina terkait dengan pemecatan karyawan PT.Sago Nauli secara sepihak dengan alasan memakai narkoba, Senin (10/02).

Aksi unjuk rasa tersebut langsung dikomandoi langsung oleh ketua MPC PP Kabupaten Mandailing Natal, Syahriwan (Kocu) didampingi sekretaris MPC PP Madina Al Hasan, dan dalam aksi tersebut nampak saling dorong antara massa Pemuda Pancasila dengan Satpol PP dan Kepolisian.

Syahriwan (Kocu) kepada bbnewsmadina.com mengatakan, “Kedatangan kita ke kantor DPRD Madina ini sebagai bentuk advokasi dan memperjuangkan hak-hak masyarakat yang terzolimi dengan praktek tindakan sewenang-wenang dan pemberhentian sepihak oleh pihak PT.Sago Nauli kepada 6 Orang buruh yang juga merupakan kader Pemuda Pancasila Kecamatan Sinunukan baru-baru ini.”

“Pemberhentian ke 6 orang tersebut yang telah bekerja puluhan tahun di PT.Sago Nauli tanpa diberikan hak-hak pesangon sebagimana aturan ketenagakerjaan, namun menurut kami alasan pemberhentian tersebut sengaja direkayasa dengan memponis enam orang buruh tersebut terlibat narkoba atas pemeriksaan Dokter Isa Ansori yang diduga kuat melakukan malpraktek dan pelanggaran kode etik medis, padahal Badan Narkotika Nasional ( BNN ) Kabupaten Mandailing Natal telah menyatakan ke 6 orang tersebut adalah steril, bersih dan negarif mengunakan Narkoba,” ujar Ketua MPC PP.

Kocu juga menambahkan, “Belum lagi mengenai deretan persoalan multi kompleks di PT. Sago Nauli yang menjadi sorotan tajam baik legalitas izin, luas lahan, amdal, limbah, ketersediaan tenaga kerja lokal, kontribusi perusaan untuk kesejahteraan masyarakat, plasma, CSR, dan lainya, hal itu harus diusut sampai tuntas,” pungkasnya.

Sementara itu Samsul Hidayat selaku kordinator aksi dalam tuntutannya meminta, kepada Pemerintah Pusat untuk segera mencabut izin operasional dan menutup segera PT. Sago Nauli, juga mendesak DPRD Madina dan Bupati Madina untuk segera memberikan surat Rekomundasi pencabutan izin PT. Sago Nauli kepada Pemerintah Pusat RI, dan DPRD Madina segera membentuk Pansus terkait persoalan PT.Sago Nauli.

Massa juga meminta Kapolres Madina untuk segera memproses dan menuntaskan secara hukum atas pelaporan MPC PP Madina dan segera menangkap kepala Puskesmas Sinunukan I Dr.Isa Ansori yang diduga kuat tindakan Malpraktik, dan menuntut Dirut PT. Sago Nauli untuk memenuhi hak-hak pesangon kepada 6 orang buruh yang telah di berhentikan secara sepihak dan melakukan ganti rugi secara material dan Immaterial.

Mereka juga meminta kepada IDI (Ikatan Dokter Indonesia) untuk segera mencabut izin praktek Dr. Isa Ansari dan memberikan sangsi tegas atas pelayanan kesehatan yang diduga kuat malpraktik dan banyak pelanggaran medis,” ujarnya.

Sedangkan Wakil Ketua DPRD Madina Harminsyah Batubara saat menanggapi aksi tersebut mengatakan dalam Minggu ini akan segera memanggil instansi terkait, pihak PT. Sago Nauli dan 6 orang yang diberhentikan secara sepihak untuk dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) agar persoalan ini dapat diselesaikan, ungkapnya. (DN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *