Resepsi Pernikahan Putri Wali Kota Padangsidimpuan Di Gelar Sederhana & Berjalan Lancar

 

Pasanganpengantin saat melaksanakan ijab kabul yang di saksikan oleh Bupati Paluta dan Wakil Wali Kota Padangsidimpuan, yang dilaksanakan di kediaman Wali Kota Padangsidimpuan, Jalan Cut Nyak Dhien, Wek IV, Padangsidimpuan Utara, Minggu (18/10). (Foto:DN)

bbnewsmadina.com, Acara resepsi pernikahan Nurhasanah Rina Puspita Nasution, S.T, M.Sc dan Harun Al Rasyid Rangkuti digelar dengan sederhana di tengah pandemi covid-19.

Resepsi pernikahan putri Wali Kota Padangsidimpuan, Irsan Efendi Nasution, SH di selenggarakan di kediaman beliau di jalan Cut Nyak Dhien, Wek IV, Padangsidimpuan Utara, Minggu (18/10/20), berjalan lancar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Akad nikah dipimpin penghulu Muhammad Asroi Saputra Hasibuan. Menghadirkan Bupati Padanglawas Utara Andar Amin Harahap sebagai saksi pertama, dan Wakil Wali Kota Sidimpuan Arwin Siregar saksi kedua yang dimulai pada pukul 08.50 wib, yang di awali kedua calon mempelai meminta maaf kepada ke dua orang tua masing-masing.

Kemudian ijab kabul antara Irsan Efendi Nasution kepada Harun Alrasyid Rangkuti dimulai dan dinyatakan sah oleh kedua saksi, Bupati Paluta dan Wawako Sidimpuan, sekira pukul 09:11, Ijab kabul berlangsung hanya satu kali pengucapan atau tanpa diulang-ulang .

Usai pengucapan sighat taklik oleh mempelai pria, penghulu Muhammad Asroi Saputra Hasibuan memimpin doa. Dilanjutkan kata-kata nasihat kepada kedua mempelai oleh Bupati Paluta Andar Amin Harahap.

Prosesi dilanjutkan walimatul ursy, yang diawali pembacaan ayat suci Al Quran oleh hafidz Muhammad Sholeh Lubis. Kemudian sambutan Wali Kota Sidimpuan sebagai tuan rumah sekaligus sebagai orang tua mempelai wanita.

Wali Kota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution, SH bersama Ny. Derliana Irsan Efendi Nasution pada kesempatan tersebut meminta maaf kepada semua sahabat dan kerabat undangan yang tidak bisa diundang semuanya di acara resepsi pernikahan putrinya di tengah pandemi covid-19.

“Saya meminta maaf kepada seluruh sahabat dan kerabat yang tidak bisa semuanya kami undang untuk menghadiri resepsi pernikahan putri kami ini, dikarenakan situasi pandemi covid-19 yang mengharuskan untuk menerapkan Protokol Kesehatan yang merupakan prioritas utama dalam Adaptasi Kebiasaan Baru.”

“Meskipun begitu kami sudah menyiapkan aplikasi Zoom dan Youtube Nana Nasution bagi undangan yang ingin melihat resepsi dan mengucapkan selamat atas pernikahan putri kami ini,” ungkap Irsan.

Beliau juga memohon doa restu kepada semuanya, supaya pernikahan putri kami ini menjadi keluarga Samawa (Sakinnah Mawaddah Warrahmah).

“Kami sebagai orang tua memindahkan suatu tanggung jawab kepada suaminya (babere kami), yang akan menjadi iman yang baik untuk putri kami, tentunya dalam memenuhi Sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.”

“Pastilah berat selama ini, mulai dari lahir sampai hari ini kurang lebih sudah berumur 26 tahun berada terus menerus dalam keluarga dan hari ini kami melepaskan tanggung jawab itu kepada ananda (babere) kami dalam menempuh dan membina suatu hubungan keluarga seumur hidup.”

“Dan kami atas nama keluarga mengucapkan terima kasih banyak kepada barisan Harajaon, barisan Mora, Kahanggi, Anak boru, serta koum sisolkot, yang telah berkesempatan hadir di resepsi pernikahan putri kami ini,” tukas Irsan Efendi Nasution yang merupakan orang tua dari pengantin wanita.

Sementara itu Ketua MUI Kota Padangsidimpuan Zulfan Efendi Hasibuan dalam tausiahnya mengatakan, pernikahan tidak dilihat dari besar dan meriahnya suasana pesta. Tetapi bagaimana seluruh rangkaiannya berjalan sesuai sunnah Rasulullah.

“Nabi Muhammad bersabda, pernikahan itu sunnah dan ibadah. Bagi siapa yang tidak mengikuti sunnah, padahal dia mampu dan bisa, maka dia bukan umatnya Rasulullah,” kata Ustadz Zulfan.

Kepada kedua mempelai, Ustadz berpesan agar hati-hati dan berterus teranglah dalam membina rumah tangga. Dimisalkannya, nomor kontak rahasia atau akun media sosial mantan pacar merupakan salah satu pemicu pertengkaran dan perceraian.

“Blokir itu nomor kontak atau akun media sosial yang dapat merusak keluarga. Karena informasi dari Pengadilan Agama, gugatan cerai antara lain disebabkan adanya komunikasi rahasia dengan orang lain. Baik itu oleh suami ataupun istri,” jelasnya.

Sedangkan kedua mempelai, Nurkhasanah dan Harun, berterimakasih atas doa restu dan nasehat yang diberikan. Juga terimakasih kepada semua yang telah ikut menyaksikan pernikahan ini lewat aplikasi Zoom maupun Youtube.

“Terimakasih atas doanya, dan mohon maaf karena suasana pandemi Covid-19 ini kami tidak bisa mengundang semua saudara, sahabat dan rekan. Mohon tetap didoakan agar keluarga kami ini sakinah mawaddah warahmah. Aamiin,” pinta kedua mempelai.

Prosesi pernikahan ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Padangsidimpuan, Siwan Siswanto, Sekdakot Padangsidimpuan, dan para pimpinan OPD, Ketua MUI Kota Padangsidimpuan, serta undangan kerabat saudara dekat.(Ty)

About Auther:

BBNews Madina menyajikan informasi terkini tentang BERITA SUMUT - MADINA - PADANGSIDIMPUAN seputar sumut, Indonesia dan dunia Mencerdaskan dan Menyuarakan Aspirasi Masyarakat Dalihan Natolu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *