Sambut Bulan Suci Ramadhan, Satpol PP Madina Jaring 14 Orang Dalam Razia Pekat

Empat belas orang saat terjaring operasi pekat Satpol PP Madina, pada Rabu malam (30/03/22). (Foto:SNP)

bbnewsmadina.com, Menjelang bulan suci Ramadhan 1443 Hijiriah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar razia penyakit masyarakat dan menyisir sejumlah hotel dan cafe yang ada di sekitaran Kota Panyabungan, pada Rabu malam (30/3/2022).

Razia yang dipimpin langsung oleh Kabid Trantibum Ismail Dalimunthe dan puluhan anggota Satpol PP lainnya dilakukan pada malam Kamis sekitar pukul 22:30 wib dengan target dan sasaran razia ke sejumlah hotel dan tempat hiburan malam yang ada di sekitaran Panyabungan.

Dari hasil razia pekat tersebut, Satpol-PP berhasil mengamankan 3 pasangan mesum yang berstatus sebagai pelajar kelas 1 SMA, ketiga pasangan mesum tersebut merupakan warga Kecamatan Sinunukan yang diamankan petugas dari kamar hotel yang berada di sekitaran dalan lidang Panyabungan.

Tidak hanya itu petugas juga berhasil mengamankan 8 orang wanita yang diduga sebagai wanita penghibur, mereka diamankan di salah satu Cafe yang ada di sekitaran Jalan Lintas Timur Panyabungan.

Ismail Dalimunthe mengatakan ke media jika jajarannya saat ini gencar melakukan razia penyakit masyarakat di sekitar wilayah hukumnya untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

” Pada malam ini sengaja kita lakukan 2 kali operasi, karena pada saat pertama kali kita turun ke lapangan ada dugaan kita operasi sudah bocor duluan, makanya kita lakukan 2 kali operasi dengan waktu yang berbeda,”

” Jadi untuk yang kita amankan hari ini akan kita lakukan pendataan serta pembinaan, selanjutnya baru kita serahkan ke dinas sosial, namun apabila yang kita amankan tadi sudah beberapa kali ketangkap akan kita usulkan untuk dibawa ke Brastagi untuk pembinaan bagi wanita yang kita duga sebagai penghibur,” ucap Ismail.

Ismail juga mengatakan untuk ketiga pasangan mesum yang masih di bawah umur pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Kabupaten Mandailing Natal untuk proses lebih lanjutnya.

Sementara untuk tempat hiburan malam yang melanggar peraturan daerah, Ismail mengatakan akan menyurati dan memanggil pemilik ataupun pengusaha tempat karaoke dan cafe untuk ditindak lanjuti serta mencabut izin usahanya.

Ismail juga menghimbau kepada pemilik usaha tempat hiburan malam agar selama bulan suci Ramadhan nanti agar tidak beroperasi, dan untuk pengusaha hotel diharapkan agar jangan menerima tamu yang bukan suami istri. (SNP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *