Seminar Motif Batik Mandailing Natal, Suhandi Lubis :  “Berharap Motif Batik Mandailing Segera Punya Hak Paten”

 

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Mandailing Natal, Ahmad Gong Martua saat membuka seminar motif batik Mandailing Natal di aula kantor Dinas Pendidikan, Rabu (30/12). (Foto:DN)

bbnewsmadina.com, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mandailing Natal yang bekerja sama dengan Forum Pelestarian dan Pengembangan Adat Budaya Madina menggelar seminar motif batik Mandailing Natal, yang dilaksanakan di aula kantor Dinas Pendidikan, Rabu (30/12).

Tokoh masyarakat yang juga Anggota DPRD Madina (Fraksi Gerindra) Suhandi Lubis dalam sambutannya berharap agar batik motif Mandailing segera memiliki hak paten, dan kekhasan yang nantinya menjadi ciri batik Mandailing itu juga punya potensi untuk tampil di pasar global Eropa dan Amerika.

“Saya sendiri sudah mengikuti penguatan gagasan tentang batik motif Mandailing itu sejak empat tahun lalu. Karena itulah, dia membawa gagasan itu ke Fraksi Gerindra sehingga menjadi materi pandangan umum yang langsung direspon Bupati dalam Paripurna tentang Perubahan APBD Mandailing Natal 2020 beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Sedangkan, Kepala Dinas Pendidikan Madina H. Ahmad Gongmatua yang kemudian membuka Seminar Motif Batik Mandailing Natal itu juga menyebutkan, bahwa nantinya batik yang dikenakan pelajar, termasuk PAUD, di Mandailing juga bermotif khas sesuai dengan hak patennya.

Sementara itu Ketua Umum Forum Pelestarian dan Pengembangan Adat Budaya Kabupaten Mandailing Natal (FPPAB Madina) H. Hasanul Arifin Nasution Gelar Patuan Mandailing saat mengantarkan seminar tersebut mengatakan, posisi Kabupaten Mandailing Natal yang semakin strategis dengan kehadiran Bandara Jenderal Abdul Haris Nasution di Bukit Malintang dan Pelabuhan Palimbungan di Batahan, menuntut agar batik Mandailing yang punya hak paten dan semua pernak-perniknya bisa menjadi oleh-oleh atau buah tangan bagi siapa saja yang berkunjung ke Mandailing Natal.

“Tentu saja, ketika seseorang mendapat hadiah berupa batik mandailing, tentu ada pesan yang kuat lebih dari pada tanda bahwa seseorang sudah tiba di Mandailing Natal, tapi juga menjadi identitas dan rasa bangga,” ujarnya.

Sebelumnya, sebagai laporan, Ketua Panitia yang juga Sekretaris Umum FPPAB Madina, Rachman Ali Nasution Gelar Sutan Pandu Sakti, berharap agar seminar yang diikuti semua jajaran pengurus FPPAB Mandailing itu dapat menemukan satu rumusan yang kuat sebelum nantinya didaftarkan untuk mendapatkan hak paten.

Pada acara seminar tersebut, selaku salah satu Pemateri, Askolani Nasution mencoba memunculkan sebanyak 12 model artefak motif Mandailing, 30 jenis motif dasar dan 70 contoh desain penggunaan motif batik mandailing. (LN)

About Auther:

BBNews Madina menyajikan informasi terkini tentang BERITA SUMUT - MADINA - PADANGSIDIMPUAN seputar sumut, Indonesia dan dunia Mencerdaskan dan Menyuarakan Aspirasi Masyarakat Dalihan Natolu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *