Warga Sumut Dari Wamena Tiba di Medan, Gubsu Tegaskan Kepala Daerah Agar Fasilitasi Kebutuhan

Gubernur Edy Rahmayadi bercengkrama denga warga Sumut yang terkena bencana sosial di Wamena.(Foto : Istimewa) 

 

bbnewsmadina.com, 36 warga Sumatera Utara (Sumut) yang menjadi korban bencana sosial di Wamena, Papua, tiba di Kota Medan, Rabu (9/10) sore. Mereka disambut langsung Gubernur Edy Rahmayadi di Kantor Gubsu.

“Yang hadir hari ini ada 14 (dari Surabaya) ditambah 22 orang (dari Jakarta), jadi ada 36 orang. Yang belum kembali ada 264 orang lagi dan mereka akan pulang ke Sumut menggunaka naik kapal laut selama 10 hari. Akan kita sambut saudara – saudara kita nanti di Belawan,” ujar Gubernur.

Namun ada juga yang memilih tinggal. 133 orang pengungsi memutuskan untuk tetap tinggal di Papua. Saat ini para warga asal Sumut itu, masih ditampung di sejumlah posko pengungsi di Jayapura. Menunggu kondisi memungkinkan untuk kembali lagi ke Wamena.

“Untuk warga Sumut yang sudah kembali, kami akan pastikan agar semuanya dilayani dengan baik, diurus segala keperluan kehidupannya. Yang terpenting adalah keberlanjutan anak sekolah serta mata pencahariannya. Bagi yang memungkinkan bisa dibantu, akan difasilitasi oleh pemerintah baik provinsi maupun kabupaten/kota tujuan tinggal,” tegas Gubernur.

Lebih lanjut Edy Rahmayadi menjelaskan, bahwa tim Pemprov Sumut juga akan memberangkatkan sebanyak 133 pengungsi warga Sumut dari Jayapura ke Wamena, Kamis (10/10), dengan Pesawat Hercules yang difasilitasi Komandan Lanud Silas Papare Marsma TNI Ir Tri Bowo Budi Santoso MM MTr (Han) dan Kemensos RI.

Berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh Tim Pemprov Sumut bersama Rindam dan Korem di 6 posko penampungan pengungsi di Papua, tercatat jumlah warga Sumut korban kerusuhan Wamena berjumlah 651 orang. Selain dipulangkan ke Sumut, sebagian warga ada yang mengungsi/eksodus secara mandiri ke provinsi lain.

Tim Pemprov Sumut juga memberikan bantuan logistik kepada pengungsi selama di posko pengungsian. Kondisi kesehatan warga Sumut di pengungsian, baik-baik saja dan logistik cukup. Saat ini tim masih berada di Jayapura/Sentani sampai pemulangan/pemberangkatan warga Sumut ke Belawan selesai. (ZN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *