Wisuda Sarjana Ke 42 STKIP Tapsel dirangkai Peresmian Perubahan Bentuk STKIP Tapsel Menjadi IPTS

bbnewsmadina.com, Melalui sidang senat terbuka Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Tapanuli Selatan (Tapsel) menggelar acara tunggal Wisuda Sarjana Strata satu (S1) yang ke 42 sekaligus peresmian perubahan bentuk STKIP Tapanuli Selatan menjadi Institut Pendidikan Tapanuli Selatan (IPTS) yang bertemakan “Mewujudkan perubahan untuk mencapai mutu pendidikan yang lebih baik”, bertempat di Auditorium STKIP Tapsel, jalan Sutan Moh.Arif Kota Pdangsidimpuan (Psp), Sabtu (16/12/2017).
Ketua panitia Habib Rahmansyah, S.Pd I. M.Hum melalui bagian Humas Dunia Siagian mengatakan, memenuhi harapan para wisudawan/i beserta orangtua dan keluarga, pada hari ini, Sabtu (16/12) merupakan suasana ”monumental” yang
penuh kebahagiaan karena STKIP Tapanuli Selatan,Psp kembali mewisuda lulusannya sebanyak 377 orang Wisudawan dan Wisudawati untuk jenjang strata 1 yang terdiri dari, 49 orang lulusan dari program studi Pendidikan Matematika, 40 orang dari program studi Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia, 77 orang dari program studi Pendidikan bahasa Inggris kemudian 20 orang dari program studi
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 61 dari program studi Pendidikan Ekonomi, 40 orang dari program studi Pendidikan Ekonomi Konsentrasi Akuntansi, selanjutnya 22 orang dari program studi Pendidikan Sejarah, 48 orang dari program studi Pendidikan Biologi dan 20 orang lulusan dari program studi Pendidikan Fisika.
Ditambahkannya, adapun lulusan pada hari ini merupakan mahasisiwa yang telah berhasil menyelesaikan program pendidikannya sesuai standar yang telah ditetapkan.
Turut memberikan bimbingan dan arahan dari Pemko Psp yang diwakili Rahuddin Staf Ahli Sekretariad Pemko Psp dan Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut serta ketua yayasan Al Iman Psp.
Pimpinan STKIP Tapanuli Selatan, Drs.H.Mhd Nau Ritonga MM dalam pidato tertulisnya mengatakan wisuda ini merupakan tanda berakhirnya tugas layanan dan asuhan kami secara formal kepada alumni dalam mengembangkan potensi menjadi guru profesional dan berkarakter. Dan juga harus memahami bahwa “almamater STKIP Tapanuli Selatan telah memiliki identitas diri sebagai dala satu Lembaga Pendidikan yang telah meluluskan alumni sebanyak 13.335 orang.
Dalam mewujudkan lulusan yang berkualitas Nau Ritonga menjelaskan, ”kita tetap melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan daya saing lulusan yang mengacu pada standar nasional pendidikan dalam Permen No.44 Tahun 2015 yakni a.standar kopetensi lulusan, b.standar isi pembelajaran, c.standar proses pembelajaran, di standar penilaian pembelajaran, e.standar dosen dan tenaga pendidikan dan f. standar sarana dan prasarana pembelajaran.
Dan untuk memenuhi standar tersebut ada beberapa yang di lakukan STKIP antara lain pertama meningkatkan kuantitas dan kualitas kegiatan forum ilmiah. Kedua mendorong kegiatan organisasi kemahasiswaan yang positif, tingkat pengawasan kehadiran mahasisiwa dan dosen diatas 90 % walaupun standar minimal hannya 75 %. Ketiga peningkatan kualitas pendidikan dosen Undang-undang No.14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen jelas mengamanatkan bahwa kualifikasi pendidikan dosen minimal Strata 2 yang batas toleransinya hanya sampai 10 tahun dan yang dan pemberian bantuan Beasisiwa djsalukan melalui DIKTI untuk kategori beasiswa PPA dan BBM serta BIDIKMISI,”jelas Nau Ritonga.
Lebih lanjut Drs.H.Mhd Nau Ritonga Mm memaparkan melalui arahan dan bimbingan koordinator kopertis wilayah I Sumut, ada keberhasilan yang dicapai STKIP Tapsel diantaranya pada September 2016 kemenristekdikti telah menyetujui pengembangan program studi baru yakni Pendidikan Kimia dan pada Januari 2017 program studi Pendidikan guru sekolah dasar dan pendidikan Vokasional Informatika (ilmu komputer).
Kemudian pada Agustus 2017 SKIP Tapsel mengajukan ReAkreditasi untuk program studi pendidikan ekonomi ke BAN-PT selanjutnya Tahun 2017 STKIP Tapsel memperoleh peringkat 501 dari 3244 perguruan tinggi se Indonesia yang dimuat Direktorat jenderal Kelembagaan Iptek Dikti -Kementrian riset, teknologi dan pendidikan tinggi yang pada tahun sebelumnya (2016) peringkat ke 708.
Dan terakhir pada bulan November 2017 Kemenristekdikti menyetujui perubahan bentuk STKIP Tapsel menjadi Institut Pendidikan Tapanuli Selatan (IPTS) dengan SK No 643 /KTP/I/2017 tertanggal 16 November 2017, ujar Nau Ritonga.
Pantauan awak media turut hadir pada acara tersebut Walikota Psp/mewakili, Ketua DPRD KotaPsp/mewakili, Koordinator Koperti Wilyah 1 sumut, unsur Muspida Kota Psp dan Kab. Tapsel, Ketua yayasan Al-Iman, para anggota Senat STKIP Tapsel, para Rektor, Ketua dan Direktur, Perbankan, para dosen, fugionaris, dan seluruh staf akademik STKIP, seluruh alumni dan ribuan orangtua/keluarga Wisudawan/Wisudawati. (Ty)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.