Foto : Kegiatan Konsolidasi dan Sosialisasi Organisasi Pengembangan Pelestarian Adat Budaya Mandailing Natal, di aula Hotel Madina Sejahtera, Sabtu (14/09).
bbnewsmadina.com, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar kegiatan Konsolidasi dan Sosialisasi Organisasi Pengembangan Pelestarian Adat Budaya Mandailing Natal Tahun 2019 yang bertempat di aula Hotel Madina Sejahtera, Sabtu (14/09).
Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Madina yang diwakili oleh Plt Sekda Madina Sahnan Batubara yang juga dihadiri oleh Kadis Pendidikan, Kadis Kominfo, Kadis Sosial dan Undangan lainnya dengan peserta sebanyak tujuh puluh lima orang para tokoh-tokoh adat se Mandailing Natal, dengan menghadirkan narasumber Sejarawan Kebudayaan Sumatera Utara, Bassan Parinduri.
Sahnan Batubara saat membacakan pidato Bupati menyampaikan, kegiatan Konsolidasi dan Sosialisasi Organisasi pengembangan Pelestarian Adat Budaya Mandailing Natal yang kita laksanakan pada hari ini sangat tepat yakni mengkaji permasalahan dan mencari solusi untuk pemajuan dan penguatan adat budaya kita kedepan.
“Seni musik tradisional Gordang Sambilan saat ini telah tumbuh dan berkembang di kalangan masyarakat kita, bahkan sudah dikenal di tingkat Nasional maupun Internasional dan baru-baru ini sudah mendapatkan prestasi penghargaan rekor Muri tingkat Internasional.”
“Dalam hal ini saya meminta kepada kita agar kegiatan ini mampu menghasilkan keputusan bersama tokoh adat, budayawan dan yang lainnya, tentang sejarah dan standarisasi musik Gordang Sambilan sebagai acuan dan pedoman dalam program pengembangan kedepan.”
Lanjut Sahnan, dalam hal ini juga tidak penting adalah membahas dan menetapkan ornamen Mandailing Natal yang akan menjadi bindu warna pemersatu kebudayaan yang bernuansa Kebhinnekaan, sebagai ciri khas yang akan kita masyarakatkan keseluruh wilayah Mandailing Natal, ucapnya.
“Pada kesempatan ini juga saya meminta kepada kita semua agar aksara Mandailing ini dapat kita masyarakatkan kembali melalui pendidikan di sekolah – sekolah dan aksara Mandailing ini juga akan menjadi ciri khas yang kita banggakan serta akan kita terapkan nanti penyertaan aksara Mandailing pada papan – papan merek baik Pemerintah maupun Swasta dan juga pada penyertaan pada nama – nama jalan di seluruh wilayah Mandailing Natal.”
“Bagas Godang Mandailing Natal yang terletak di Saba Purba akan kita fungsikan sebagai pusat pengembangan Kebudayaan Mandailing Natal disamping Bagas Godang juga akan menjadi pintu gerbang mengenal dan mempromosikan Mandailing Natal,” tambah Sahnan Batubara.
“Dalam pertemuan ini supaya menghasilkan kesepakatan bersama terhadap sejarah Gordang Sambilan, Bindu/Ornamen Mandailing Natal, dan Aksara Mandailing yang akan kita perkuat melalui Peraturan Daerah mana untuk menjadi pedoman bagi anak-anak kita generasi penerus,”tandasnya sambil membuka resmi kegiatan tersebut. (davy)

