foto : Praktisi Hukum dan Juga Kuasa Hukum Pemkab Madina, Ridwan Rangkuti, SH, MH
bbnewsmadina.com, Banyaknya sorotan kepada Bupati Mandailing Natal (Madina) Drs. H. Dahlan Hasan Nasution belakangan ini di media massa dan media sosial pasca dipanggilnya beberapa pejabat pemkab Madina ke Kantor Kejaksaan Negeri Sumatera Utara (Kejatisu) membuat praktisi hukum Ridwan Rangkuti,SH,MH yang juga selaku kuasa hukum Pemkab Madina angkat bicara.
“Bupati Madina, Drs Dahlan Hasan Nasution diserang secara pribadi terkait Pembangunan Tapian Siri-Siri Syariah dan Taman Raja Batu yang sudah menjadi tujuan wisata lokal, nasional dan tempat perhelatan berbagai acara Pemkab Madina yang pembangunannya merupakan ide dan prakarsa cemerlang Bupati Madina Drs.H.Dahlan Hasan Nasution, dimana pembangunannya bersumber dari bantuan teman – teman dan mitra Bupati Madina.”ucap Ridwan Rangkuti,SH,MH kepada media sabtu (27/1//2018).
“Dahulu waktu belum dibangun, objek wisata tersebut banyak lembah dan semak belukar yang tidak terjamah oleh Bupati Madina sebelumnya. Taman Raja Batu dan Tapian Siri-Siri Syariah sekarang ini telah menjadi ikon Madina dan sudah dikunjungi para pejabat tinggal Nasional dan Propinsi bahkan setiap harinya ramai dikujungi masyarakat Madina dan luar Madina.”jelasnya
Beberapa bulan terakhir ini, Taman Raja Batu dan Tapian Siri-Siri Syariah menjadi viral di Medsos dan Media cetak akibat perbuatan segelintir orang yang membuat pengaduan ke Kejaksaan Tinggi Sumut yang menduga pembangunan Taman Raja Batu dan Tapian Siri-Siri Syariah sarat dengan korupsi, dan beberapa pejabat Madina telah dimintai keterangan oleh penyidik Kejatisu dalam rangka pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) beberapa hari yang lalu.
Untuk menjawab tudingan miring yang dilontarkan segelintir oknum – oknum terhadap Bupati Madina Drs H Dahlan Hasan Nasution yang berkaitan dengan dugaan korupsi pembangunan Taman Raja Batu dan Tapian Siri-Siri Syariah. Saya sebagai Kuasa Hukum Tetap Pemkab Madina memperingatkan kepada semua pihak yang tidak senang dengan Bupati Madina, agar tidak memberikan statement di Medsos dan media cetak yang maknanya mendahului penyidik dan Hakim.” tandasnya
“hingga saat ini tidak ada korupsi dalam pembangunan Taman Raja Batu dan Tapian Siri-Siri Syariah berdasarkan LHP BPK, hanya BPK yang berwenang menyatakan ada atau tidak dugaan korupsi atas pembangunan suatu kegiatan proyek pembangunan yang bersumber dari APBD/APBN, jika tidak mengerti duduk permasalahan yang sebenarnya jangan bicara hukumnya, Dahlan Hasan Nasution bukan koruptor, jangan membuat statement yang menyerang Bupati Madina Drs H Dahlan Hasan Nasution secara pribadi, mari kita hormati azas Praduga tak bersalah (Presumption of Innocentie), biarkan aparat penegak hukum bekerja secara professional, independent dan proporsional.”tegasnya.
Dan jika oknum – oknum tertentu ada masalah pribadi dengan Bupati Madina lanjutnya, silakan selesaikan secara Kekeluargaan atau secara hukum, karena berdasarkan pengamatan kami dan keterangan Bupati Madina Drs.H. Dahlan Hasan Nasution, oknum- oknum yang menyerangnya saat ini adalah orang orang yang dahulu dekat dengan Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution pada priode sebelumnya.
“Disini saya mengimbau kepada tokoh-tokoh masyarakat, LSM, Pers, tokoh politik, tokoh agama mari kita membantu Bupati Madina, Drs H Dahlan Hasan Nasution dan Wakil Bupati Madina M. Jafar Suheri Nasution untuk mewujudkan Visi Misi mereka menjadikan Madina yang Madani, Negeri Beradat Taat Beribadat.”
“Kemudian jika ada kelalaian dan kealpaan mereka maka sesuai dengan Syariah Islam, Ingatkan mereka, nasehati mereka, jangan umbar kejelekan dan aib mereka ke media, karena Barang siapa yang mengumbar aib saudaranya sama dengan memakan bangkai saudaranya. Kepada para pejabat Madina pimpinan SKPD dan jajaran Pemkab Madina saya juga mengimbau agar tetap berkerja dengan fokus dan tenang sesuai dengan Tupoksinya, jangan memberikan statement yang menyerang Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution, apalagi menjadi menghianati Bupati dan Wakil Bupati Madina.”
“Masih banyak program unggulan besar yang sudah dimulai Bupati dan Wakil Bupati Madina terutama dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, pendirian Universitas, pengalihan STAIM menjadi STAIN Madina, pembangunan RSU yang terbesar di Tabagsel, pembangunan Bandara Abdul Haris Nasution dan program unggulan lainnya, yang semuanya butuh doa dan dukungan semua pihak agar semua program unggulan besar tersebut cepat terealisasi.”harap ketua Peradi Tabagsel tersebut. (Redaksi/jbl)