Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis saat meninjau Posko Sterilisasi di Perbatasan Madina dengan Tapsel, Sabtu (04/04). (Foto:DN)
bbnewsmadina.com, Hari ini Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis melakukan peninjauan di salah satu posko sterilisasi di pintu masuk Kabupaten Mandailing Natal, tepatnya di Desa Sihepeng, Sabtu (04/04).
CEK VIDEONYA DI : https://youtu.be/ypHgZFz0Zr8
Ketika sampai di lokasi pada pukul 9.30 wib pagi, Ketua DPRD Madina merasa kecewa dan marah melihat kondisi Posko tersebut tidak berpenghuni oleh tim medis, yang seharusnya petugas posko sudah ada pada pukul 8.00 wib pagi.
Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis dilokasi posko secara khusus kepada bbnewsmadina.com mengatakan, dalam peninjauan tersebut Ketua DPRD ingin memastikan terpenuhinya kebutuhan para tim medis yang ada diposko.
“Saya disini untuk memastikan apakah kebutuhan tim medis yang di posko ini sudah terpenuhi, baik dari Alat Pelindung Diri (APD), Alat Pengukur Suhu Badan, Hand Sanitizer, masker, dan alat penyemprot disinfektan,” ujarnya.
Lanjut beliau, “tadi saya sempat kecewa melihat para tim medis tidak ada yang berada di posko ini, dan hanya ada satu orang petugas dari kepolisian. Kita merasa kecewa, karena nampaknya pihak Kesehatan benar-benar tidak serius dalam hal ini.”
“Tadipun saya sempat menelepon beberapakali Kadis Kesehatan tetapi tidak diangkat, dan kemudian saya menelepon Sekda sebagai ketua Tim Gugus Tugas PP Covid-19 untuk menanyakan hal ini, dan sekda pun mengatakan akan segera memanggil kadis kesehatan,” Jelas Ketua DPRD Madina.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya tim medis dan Kepala Puskesmas Malintang pun datang ke posko tersebut.
“Setelah menunggu beberapa saat lanjut Erwin akhirnya para petugas medis dan kapus Malintang pun datang ke posko ini dan menjelaskan bahwa untuk jadwal petugas posko sudah habis pada tanggal 3 April, dan mereka hadir di posko ini sebagai inisiatif dari Kapus Malintang untuk piket pada hari ini.”
“Mungkin ini hanya kurang koordinasi, dan tidak semestinya posko ini terjadi kekosongan. Yang jelas kalau memang disini ada kesalahan, semestinya Pihak Tim Gugus Tugas yang mengambil sikap cepat, untuk menerapkan kembali pembagian sip di posko masing-masing,” ujar Erwin.
“Saya akan mempertanyakan kepada ketua Tim Gugus Tugas Madina atau kepada wakil ketua satu Tim Gugus Tugas Dinas Kesehatan apa permasalahannya sehingga terjadi kekosongan begini, dan yang jelas tadi sama-sama kita lihat petugas medisnya tidak ada, APD nya pun seadanya hanya jas hujan dan dua APD yang sudah SOP itupun diletakkan begitu saja, disini saya melihat koordinasi, kontrol, dan pertanggungjawaban yang terlibat dan melibatkan kurang.”
Ketua DPRD juga berharap agar Tim Gugus Tugas PP Covid-19 memaksimalkan pelayanan dan penugasannya di setiap posko-posko yang sudah di buat.
“Saya juga menegaskan kepada Tim Gugus Tugas PP Covid-19 agar segera memenuhi kebutuhan para petugas posko, baik itu uang makan, uang transportasi, dan lainnya, karena itu sudah kita anggarkan dalam dana TT.”
“Kita sangat paham bahwa tuk menutupi semua kebutuhan puskesmas atau pos jaga perbatasan juga tidak mudah dan butuh proses juga waktu, namun sangat kita harapkan supaya Pemerintah dapat sesegera mungkin tuk menutupi kebutuhan dan hal-hal pokok terutama di posko sterilisasi di perbatasan dengan cara apapun,” pungkas Ketua DPRD dengan wajah kesal. (DN)

