Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis bersama Rombongan saat melakukan peninjauan di posko sterilisasi Ranto Baek pada beberapa hari yang lalu, (Foto:DN)
bbnewsmadina.com, Empat pintu masuk ke Kabupaten Mandailing Natal telah didirikan posko sterilisasi percepatan penanganan penyebaran covid-19.
Pintu masuk itu perbatasan antara Kabupaten Madina dengan Tapsel, yang ada di Desa Sihepeng, perbatasan Madina dengan Sumatera Barat yang ada di Muara Sipongi, perbatasan Madina dengan Sumatera Barat yang ada di Ranto Baek, dan perbatasan Madina dengan Tapsel yang ada di Muara Batang Gadis.
Di empat posko sterilisasi covid-19 tersebut selalu ditemukan keluhan oleh para petugas posko, baik dari uang makan, uang transpot, uang puding, dan lainnya. Pasalnya sudah dua Minggu berlalu hingga sekarang posko sterilisasi tersebut didirikan hingga kini honor tersebut belum juga didapatkan oleh petugas posko.
Hal ini dikuatkan oleh peninjaun Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis bersama beberapa Anggota DPRD dan diikuti oleh bbnewsmadina.com ke semua posko tersebut pada beberapa hari yang lalu.
Makan minum petugas posko sampai batas tanggal yang telah disepakati ditanggung oleh Muspika Kecamatan, dan setelah habis batas tanggal tersebut, seperti posko sterilisasi yang ada di muara sipongi makan minum petugas posko tersebut terpaksa ngebon di warung makan dekat posko itu.
Posko sterilisasi perbatasan Sihepeng
Hal tersebut mengungkapkan bahwa tim Gugus Tugas PP Covid-19 Madina benar-benar tidak sigap dalam hal ini, sementara petugas posko tersebut merupakan garda terdepan dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19.
Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis dan Anggota DPRD menyesalkan hal itu, dimana tim Gugus Tugas PP Covid-19 Madina hingga saat ini belum bisa menyalurkan honor makan minum para petugas posko. Dan ketika Komisi 4 DPRD menggelar RDP hari Kamis lalu dengan Tim Gugus Tugas PP Covid-19 mereka nampak gamang dalam menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan oleh Anggota DPRD pada rapat itu, jawaban yang mereka dapat dari tim Gugus Tugas hanya kata “AKAN”.
Pihak Pemkab Madina tak mampu menjawab persoalan pembiayaan operasional posko Covid-19 di empat perbatasan Mandailing Natal.
Asisten I, Alamulhaq yang mengambilalih jawaban pada RDP tersebut menyatakan bahwa dana untuk operasional posko pemeriksaan Covid-19 di perbatasan masih dalam pembahasan Pemkab Madina.
Posko sterilisasi perbatasan Muara Sipongi
Jangankan honor makan minum para petugas medis yang belum dicairkan, gaji tenaga honorer sampai bulan April ini belum juga di bayarkan, sementara itulah yang mereka harapkan untuk menyambung hidup mereka dan untuk membiayai keluarga mereka pada situasi pandemi Covid-19 ini. (Bersambung/Red)



