Tambang Masyarakat Di Sungai Batang Natal, Ketua DPRD Madina : “Habis Lebaran Akan Di Tertibkan”

Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis, SH. (Foto:DN)

bbnewsmadina.com, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Mandailing Natal menggelar rapat pembahasan penertiban penambangan rakyat yang berada di sungai Batang Natal, Selasa (28/04).

Rapat tersebut berlangsung di aula kantor Bupati yang dipimpin oleh Bupati Madina Drs. H. Dahlan Hasan Nasution dan dihadiri Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis, SH, yang mewakili Komandan Korem 023/KS, Komandan Kodim 0212 Tapsel, Wakapolres Madina Kompol E Zalukhu, dan beberapa pejabat dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, termasuk Kepala Dinas Pertambangan Sumut.

Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis usai rapat mengatakan, dimana hasil dari rapat tersebut adalah dibuat kajian evaluasi tentang apa yang harus dilakukan Pemerintah dan apa juga yang harus dilakukan oleh masyarakat penambang.

“Karena ini dalam situasi sulit, ataupun dalam situasi covid-19, maka Pemerintah akan mengevaluasi dan menertibkan ini setelah Lebaran, dan akan kita buat himbauan serta akan kita lakukan kunjungan lapangan,” ucap Erwin.

Kalaupun besok ada penambangan lanjut Erwin tidak dengan cara seperti sekarang ini, karena cara penambangannya tidak benar.

“Akibat dari itu banyak menimbulkan efek dan kerugian kepada masyarakat Madina, khususnya kepada masyarakat Batang Natal, Lingga Bayu dan juga masyarakat di daerah sekitarnya.”

“Jadi kita berharap ada tindakan yang lebih bijak dari Pemerintah kepada pelaku penambang tersebut, dengan melayangkan surat kepada para pelaku tambang supaya tidak melakukan cara penambangan seperti sekarang ini,” ungkap Ketua DPRD.

Erwin juga meminta kepada semua pelaku tambang di sungai Batang Natal agar berpikir objektif atas rencana penertiban tersebut.

“Mereka harus berpikir objektif. Jangan dengan alasan mencari nafkah sungai Batang Natal tercemari dan rusak. Karena bukan hanya mereka yang bergantung dan membutuhkan sungai Batang Natal, karena sekarang kondisi sungai tersebut sudah tercemari betul, karena pelaku tambangnya menggunakan alat berat,” pungkas Erwin. (DN)

Tinggalkan Balasan