Angka Kematian Bayi Di Madina Masih Tinggi

bbnewsmadina.com, Angka kematian bayi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berdasarkan data Regional Manager Program USAID Jalin Sumatera Utara (Sumut) tahun 2017 masih cukup tinggi. Selain di Madina, Kabupaten Deliserdang dan Padang Sidempuan juga masih tinggi.

Hal itu diungkapkan Manager Program USAID Jalin Sumut Harry Masyrafah saat audensi dengan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajeckshah di ruang kerja Wagub, kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Jumat (2/11).

Program ‘USAID Jalin’, ini adalah program untuk penyelamatan kematian ibu dan bayi dengan tujuan untuk mengantisipasi dan menekan angka kematian ibu dan anak di Sumut.

“Tujuan utama program ini untuk membantu pemerintah menekan angka kematian ibu dan bayi. Sebab dari data tahun 2017, Sumut berada di peringkat lima untuk kematian ibu dan bayi,” ujar Harry.

Harry Masyrafah menyampaikan bahwa program USAID Jalin ini merupakan program yang nantinya diharapkan dapat melibatkan kerjasama dengan berbagai stakeholder yang berkaitan. Sehingga, tidak hanya sekadar dengan Dinas Kesehatan Sumut, namun bisa dilakukan dengan Dinas PU, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak serta lainnya.

Berdasarkan data tahun 2017 kata Harry, untuk kematian ibu di Sumut sebanyak 5.000 orang per minggu, sementara untuk kematian bayi sebanyak 18 bayi per minggu.

“Untuk kematian ibu itu yang paling banyak di Labuhanbatu, Deliserdang juga Langkat. Sementara untuk kematian bayi itu terbanyak di Madina, Deliserdang juga Padang Sidimpuan,” papar Harry, sembari mengatakan rata-rata faktor kematian ibu disebabkan karena pendarahan, hipertensi juga infeksi. Sementara kematian bayi disebabkan karena gangguan pernafasan dan bayi berat lahir rendah.

Sementara Wagubsu Musa Rajekshah dalam kesempatan itu, mendukung program ‘USAID Jalin’, yakni program untuk penyelamatan kematian ibu dan bayi. Program ini diharapkan dapat fokus dilakukan di satu daerah, sehingga hasilnya akan dapat dirasakan secara langsung. Apalagi tingkat kematian ibu dan bayi masih sangat tinggi di Sumut.

Lebih lanjut Wagub mengatakan bahwa kualitas kesehatan masyarakat Sumut memang masih sangat perlu ditingkatkan. Terutama di daerah pantai barat Sumut.

“Masyarakat untuk berobat ataupun melahirkan ke rumah sakit itu masih sangat sulit. Contohnya masyarakat di Panyabungan. Banyak masyarakat yang tidak bisa tertolong dan meninggal di jalan karena jauhnya Rumah Sakit, makanya kalau USAID bisa membantu kita, tentu sebagai Pemerintah kami sangat mendukung,” tandasnya. (Zein Nasution)

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan