Berikan Efek Jera, Bupati Madina Diminta Copot Kades Tertangkap Di Cafe

Foto : Tokoh Pemuda Madina, Irwan Daulay (JBL)

bbnewsmadina.com, Guna memberikan efek jera bagi seluruh Kepala Desa (Kepdes) yang bersenang-senang di Kafe dan Karaoke saat bersama wanita penghibur. Bupati Mandailing Natal (Madina), Drs Dahlan Hasan Nasution diminta segera mencopot tiga oknum Kepdes asal Kecamatan Batang Natal yang tertangkap Satpol PP pada selasa (10/9) sekira pukul 01.00 wib dini hari lalu.

Ketiga oknum Kepdes tersebut yakni SN (51) Kepala Desa BK, FN (49) Kepala Desa TN dan NN (49) Kepala Desa AM. Dimana, saat Satpol PP melakukan razia Penyakit Masyarakat (Pekat) yang dipimpin langsung Wakil Bupati Madina, HM Jakfar sukhairi Nasution. Ketiga oknum kepala Desa ini sedang berada di ruangan karaoke Kafe AL bersama tiga orang wanita penghibur inisial AS (21), DN (22) dan WD (23) serta berusaha untuk kabur, namun naas ketangkap kembali di samping kamar mandi (WC) Kafe.

Kejadian ini sangat mencoreng motto Kabupaten Madina Serambi Mekkahnya Sumatera Utara (Sumut) atau jargon Kabupaten Madina yang sering dan selalu digaungkan Bupati Madina yakni Negeri Beradab dan Taat Beribadat. Pasalnya, seorang Kepala Desa yang seharusnya menjadi panutan serta contoh baik di Desa, kok malah melakukan hal yang sangat memalukan dan tak layak untuk di contoh”.ujar Tokoh Pemuda Madina, Irwan Daulay kepada bbnewsmadina.com, sabtu (15/9).

“Apabila hal ini benar adanya, sudah seharusnya menjadi atensi kita bersama untuk meluruskan akhlak dan sifat seorang pemimpin di Desa. Karena, Seorang Kepdes itu sewajarnya memberikan pengayoman, perlindungan dan pencari solusi dari masalah yang ada pada masyarakatnya, bukan malah menjadi penyebab masalah dan contoh yang kurang baik”.tegasnya

Maka dari itu lanjutnya, bila kita berkaca dari kejadian ini, sistem perekrutan Kepdes kedepan harus diubah. Terkait IQ dan akhlak dari calon kepala Desa harus lebih di kedepankan, demi mendapatkan seorang pemimpin yang baik serta dapat menjadi pemimpin yang mengayomi, melindungi serta mensejahterakan masyarakatnya.

“Saya meminta agar para sarjana yang telah menyelesaikan pendidikannya supaya mau kembali kekampung demi membangun Desanya. Kemudian, saya juga meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dan Camat juga lebih ketat dalam mengawasi para Kepdes yang ada di Kecamatannya”.harap Irwan Daulay yang sekarang fokus menekuni dunia proferti ini.

Lalu sambungnya, Dinas PMD dan Camat harus membuat kebijakan bahwa setiap kepdes harus melaporkan apapun kegiatannya, baik itu di dalam Desa maupun kegiatan yang ada di luar Desa. hal ini dilakukan demi memantau serta meminimalisir terjadinya pelanggaran seperti yang terjadi terhadap ketiga oknum Kepdes dari Kecamatan Batang Natal ini.

“Bupati Madina juga harus meninjau ulang bila perlu copot setiap oknum Kepdes yang melakukan pelanggaran apa lagi ketangkap di Kafe dan Karaoke yang notabene bukan tempatnya. Demi memberikan efek jera bagi Kepdes yang lain untuk melakukan hal yang serupa, mengingat kejadian seperti ini juga dapat menyakiti hati masyarakat”.pungkasnya. (LBS)

Tinggalkan Balasan