Bupati Madina Drs Dahlan Hasan nasution bersama tokoh nasional asal Madina Todung Mulia Lubis saat panen sayur kol. (Foto : LBS)
bbnewsmadina.com, Demi mewujudkan visi misi Bupati Mandailing Natal (Madina) Drs Dahlan Hasan Nasution. Dinas Pertanian Kabupaten Madina terus berupaya melakukan beberapa terobosan dan langkah strategis guna membangkitkan semangat dan meningkatkan produktivitas masyarakat petani di Kabupaten Madina.
Kemudian Dinas Pertanian juga ingin mewujudkan Mandailing Natal yang Berkedaulatan Pangan, Mandiri Ekonomi, Sehat dan cerdas yang didukung Sarana Prasarana, Infrastruktur Yang Kuat dan Masyarakat Religius Berbudaya”. Demikian diungkapkan Kadis Pertanian Madina, Taufik Zulhandra kepada bbnewsmadina.com, Sabtu (26/10) sore.
Masih Taufik, beberapa langkah strategis yang telah dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Madina yaitu memproduksi Tanaman Holtikultura seperti kebun cabe, tanaman bawang merah dan tanaman kentang.
Selain tanaman hoktikultura imbuhnya, Dinas Pertanian Kabupaten Madina juga memperhatikan dan mensubsidi perkebunan jeruk Maga, serta tanaman lain juga tak luput dari perhatian Dinas Pertanian Kabupaten Madina seperti Kelapa. Dimana dalam seminggu, Produksi kelapa bisa mencapai 347 ribu buah.
“Untuk meningkatkan produksi pertanian guna membangkitkan semangat ekonomi petani, Pemkab Madina melalui Dinas Pertanian juga melakukan kerjasama dengan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP). Ada tiga STPP yang menjalin kerjasama dengan Pemkab Madina, yaitu STPP Medan, STPP bogor dan STPP Malang”.paparnya
Dinas Pertanian Madina juga memprioritaskan Potensi Kopi Arabika dan Kopi Robusta Mandailing. Adapun angka potensial pengembangan tanaman kopi arabika untuk keseluruhan di Kabupaten Madina berkisar 425 Ha. Sama halnya untuk kopi jenis robusta masih butuh perhatian, dimana potensi pengembangan tanaman kopi robusta bisa dikatakan lebih rendah dibanding kopi arabika.
“Untuk lokasi kecamatan kopi robusta juga hampir sama dengan lokasi pengembangan kopi arabika. Dan yang membedakannya hanya iklim ketinggian tempat saja. Sebab jenis kopi arabika membutuhkan ketinggian ± 900 mdpl, sedangkan kopi robusta bisa tumbuh di ketinggian > 400 mdpl. Untuk saat ini, luasan lahan kopi robusta untuk Kabupaten Madina, sesuai dengan data statistik perkebunan, tahun 2017 seluas 1.1009,44 Ha dan tahun 2018 seluas 1.112,37 Ha”.jelasnya
Taufik juga menuturkan, untuk menunjang masyarakat dalam mengembangkan Kopi Mandailing dan mengembalikan kejayaan kopi Mandailing. Pemerintah Kabupaten Madina bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) juga mendirikan Sekolah SMK Kopi.
Begitu juga halnya dengan Kebun manggis di Kabupaten Madina yang menjadi salah satu komoditi serta menjadi perhatian Dinas Pertanian Kabupaten Madina. Karena, Setiap malam, buah maggis produksi petani Madina yang dibawa ke luar daerah sebanyak 60 ton. Perkiraan masa panen pohon manggis ini selama 75 hari. Dan, jumlah produksi pertahun (setahun satu kali panen) adalah 4.500 ton.
“Perlu diketahui tambahnya, harga buah manggis untuk kualitas super yaitu Rp 20 ribu perkilo, sementara harga untuk buah BS sebesar Rp 10 ribu perkilo. Estimasi penjualan atau penghasilan petani manggis di Kabupaten Madina pertahun sebesar Rp 72 miliar pertahun”.bebernya (LBS)

