
bbnewsmadina.com, – Bayt Hasan Soum, Tarim – Suasana penuh khidmat mewarnai peringatan haul Syekh Musthafa Husein Nasution ke-70 sekaligus Milad Pondok Pesantren Musthafawiyah ke-113, yang digelar oleh Keluarga Abiturien Musthafawiyah (KAMUS) di Yaman pada Senin (15/12), Kemarin.
Acara dibuka dengan lantunan maulid Simthuddurar yang menggema di aula, diikuti pembacaan takhtim dan doa bersama. Suasana spiritual semakin terasa ketika biografi Syekh Musthafa Husein dibacakan, mengingatkan hadirin pada sosok ulama besar yang dikenal teguh dalam keilmuan serta konsisten mengabdikan hidupnya untuk pendidikan umat.
Syekh Musthafa Husein Nasution adalah pendiri Pondok Pesantren Musthafawiyah, yang terletak di Purba Baru, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara. Lebih dari satu abad sejak didirikan, pesantren tersebut telah melahirkan ribuan cendekiawan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, khususnya Mandailing Natal dan sekitar. Khusus tahun ini, jumlah santri yang tercatat sebagai pelajar aktif di pesantren tersebut mencapai 14.000 santri. Ini merupakan bukti nyata bahwa jejak keilmuan beliau masih tetap hidup meski sosoknya telah lama kembali ke pangkuan Ilahi.
Peringatan haul dan milad ini bukan sekadar rutinitas semata — acara ini juga menjadi sarana untuk mengenalkan sosok Syekh Musthafa Husein kepada pelajar Indonesia di Yaman, sehingga nilai-nilai spiritual dan keilmuan yang beliau wariskan dapat terus hidup, diikuti, dan diteladani.
“Tujuan diselenggarakan haul ini untuk memperkenalkan guru kita, Syekh Musthafa Husein kepada teman-teman dari pesantren lain, agar kepribadiannya menjadi iktibar dan dapat diteladani oleh orang banyak”. Ungkap Ketua KAMUS Yaman, Irsandi Haikal saat memberikan keterangan.
Turut hadir dalam peringatan ini Kabid Bahasa Arab Universitas Al-Ahgaff, Dr. Abdullah Husein Al-Aydrus, Inspektur Asrama Universitas Al-Ahgaff, Sayyid Muhammad Hasan Al-Aydrus, serta para dosen lainnya dan para pelajar perwakilan dari berbagai pesantren. Kehadiran mereka menambah kehangatan suasana, terutama saat sesi makan dan foto bersama sebagai penutup acara.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penguatan ukhuwah antara KAMUS Yaman dan para alumni pesantren lainnya, sekaligus pengingat bagi seluruh peserta terkhusus anggota KAMUS Yaman untuk senantiasa meneladani kepribadian shahibul haul. (MG)