Laksanakan Reses III, Ketua DPRD Madina Himbau Masyarakat Agar Berperan Aktif Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

 

Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis SH saat melaksanakan Reses III tahun sidang 2020/2021 di Desa Gunung Tua Panggorengan, Rabu malam (1/09/21). (Foto:DN)

bbnewsmadina.com, Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis SH melaksanakan Reses III tahun sidang 2020/2021 di Desa Gunung Tua Panggorengan Rabu malam (1/09/21).

Pelaksanaan Reses tersebut untuk menyerap aspirasi masyarakat yang notabene adalah para petani.

Reses tersebut dihadiri oleh Kadis Pertanian Madina Siar Nasution, dengan peserta perwakilan masyarakat se Gunung Tua Raya.

Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis, Sh pada kesempatan tersebut kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Gunung Tua Raya.

“Disini saya tegaskan kembali tanpa bapak bapak minta pun, saya akan tetap memperjuangkan aspirasi masyarakat,” ungkapnya.

Orang nomor satu di Partai Gerindra Mandailing Natal ini pun tetap meminta masyarakat memahami kondisi bangsa Indonesia, khususnya Mandailing Natal yang belum terlepas dari pandemi Covid-19.

“Di masa Pandemi Covid-19 Pemerintah telah melakukan refocusing anggaran. Kita harus sabar dan mengikuti kebijakan Pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19, karena itulah yang terbaik buat kita saat ini,” ujar Erwin Efendi Lubis.

Beliau pun menghimbau kepada masyarakat agar berperan aktif memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dengan mematuhi protokol kesehatan serta tekun beribadah dan berdoa kepada Allah SWT.

“Saat ini kita harus memperhatikan lingkungan kita masing-masing. Menjaga diri kita agar terhindar dari penyakit, kita sama-sama tahu bahwa virus Corona itu nyata. Maka marilah kita berdoa dan menjaga air wudhu sebagai ikhtiar untuk tetap terjaga agar virus tersebut dapat kita hindari,” pinta Ketua DPRD Madina.

Dimana dalam Reses tersebut tertuang berbagai aspirasi masyarakat terkait pertanian yaitu gagal panen padi seluas lima hektar kelompok tani Membangun Satu yang berjumlah 40 orang, pembangunan jalan usaha tani, dan keterlambatan kedatangan pupuk bagi petani.

Menanggapi hal tersebut Kadis Pertanian, Siar Nasution mengatakan, bagi kelompok tani yang gagal panen padi, pihaknya akan memfasilitasi dengan bantuan bibit holtikultura seperti jagung agar para petani mengganti tanaman padi dengan tanaman jagung.

“Dan terkait akses jalan tani, Dinas Pertanian sudah menganggarkan pada tahun ini, sehingga menunggu jadwal pengerjaannya, dan terkait keterlambatan kedatangan bantuan pupuk, dikarenakan bantuan pupuk tersebut langsung dari APBN,” jelas Siar Nasution.

Pada pelaksanaan Reses tersebut dari pantauan media, tetap menerapkan protokol kesehatan. (DN)

Tinggalkan Balasan