Laporan Penganiayaan Mengendap Di Polres Madina, Wartawan Media Online Siap Laporkan Ke Propam Polda Sumut

 

bbnewsmadina.com, – Mandailing Natal, Berawal dari niat membantu meringankan tekanan ekonomi yang dialami saudara, seorang Wartawan pada media on line M Syawaluddin dan Istrinya Enni Sahara memberikan pinjaman kepada saudara sepupu istrinya, pada Agustus 2023 lalu, dengan janji akan dikembalikan 2 bulan berikutnya.

Namun hingga tiba waktu yang dijanjikan Alm Arjun Riwanda dan Asmidar tidak kunjung melunasi uang yang dipinjam dari Enni Sahara, hingga pada akhirnya ditagih setelah lebih dari satu tahun berikutnya pada Jum’at (14/03/25) lalu.

Apesnya bukan hutang yang dibayar saat ditagih malah M Syawaluddin dan Enni Sahara mendapat perlakuan penganiayaan dari orang yang meminjam uang tersebut, bahkan Peminjam juga melaporkan ke Polsek Panyabungan dengan tuduhan penganiayaan yang dilakukan oleh M Syawaluddin.

Disisi lain tidak terima Istrinya di keroyok oleh Asmidar dan Nurhayati (Atik), Jurnalis media online yang bertugas di Madina M Syawaluddin juga membuat laporan pengaduan di SPKT Polres Madina sesuai dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan nomor : STPL/107/III/2025/SPKT/POLRES MANDAILING NATAL/POLDA SUMUT.

Namun, meski telah berlalu selama lebih kurang 9 Bulan, perkara penganiayaan yang dialami Jurnalis Media Onlie bersama istrinya tidak berjalan sebagai mana mestinya, dan pelaku penganiayaan masih bebas tanpa ada tindakan hukum yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Madina.

Sementara itu Penyidik Unit II Satreskrim Polres Madina Aiptu Ikhwanuddin Nasution yang pernah dipertanyakan oleh korban terkait perkembangan penyidikan yang dilakukan, menjelaskan bahwa saksi-saksi yang diajukan tidak kunjung mau hadir saat diminta hadir untuk diminta keterangan.

Menyikapi lambannya proses penyidikan yang dilakukan Satreskrim Polres Madina, M Syawaluddin dan Istrinya yang menjadi korban penganiayaan berencana akan melaporkan hal ini ke Propam Polda Sumut.

“Kejadian penganiayaan yang dialami istri Saya sudah berlangsung 9 Bulan, namun belum ada kejelasan proses hukum, terakhir kami di kabari bahwa perkara telah naik ke tahap penyidikan, untuk itu Saya berencana akan mencoba membuat pengaduan ke Propam Polda Sumut,” ungkapnya, Rabu (17/12/25). (DN)

Tinggalkan Balasan