Meskipun Ricuh, Bupati dan Ketua DPRD Tetap Soft Spoken Menghadapi Para Pedagang Pasar Baru

Bupati bersama Ketua DPRD Madina saat berdialog dengan para Pedagang Pasar Baru, Selasa (30/09/25). (Foto:DN)

bbnewsmadina.com, – Mandailing Natal, ‎Meskipun sempat ricuh antara para Pedagang Pasar Baru, Bupati bersama Ketua DPRD Madina dengan gaya bicara yang lembut, tenang, dan tidak keras, (Soft Spoken) menghadapi para Pedagang Pasar saat berdialog langsung di Pasar Baru, Selasa (30/09/25).

Acara dialog ini sudah lama di rencanakan oleh Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal untuk berjumpa langsung dengan para Pedagang Pasar Baru untuk mendengarkan langsung keluhan dan memberikan solusi terkait permasalahan yang ada.

Dan hari ini Bupati bersama Ketua DPRD Madina dan Anggota DPRD serta Sekda dan beberapa OPD hadir di tengah-tengah para Pedagang untuk berdialog dan menjawab tuntutan para Pedagang.

‎Bupati Madina Saipullah Nasution menyampaikan bahwa kedatangan meraka ke Pasar Baru tersebut untuk menemui para Pedagang yang sudah di rencanakan semenjak dua Minggu lalu.

“Sejak pertemuan kami dengan pak Ketua DPRD, Wakil Ketua DPRD dan Fraksi terkait salah satu isu pasar, maka kami sudah menjadwalkan pertemuan di pasar ini. Meskipun kemarin para Pedagang Pasar sudah datang ke kantor Bupati untuk menyampaikan tuntutannya, dan jadwal kami tetap dijalankan untuk bertemu langsung dengan para Pedagang.”

“Kita datang kesini, kita dengarkan, nah pasar ini berdirikan ada dasarnya ada Perdanya semua yang mengatur. Sehingga Perda itu kan harus kita hormati, harus kita laksanakan. Sekarang kenyataannya sebagian yang menyewa kios di dalam Pasar Baru ini mengharapkan adanya penurunan sewa, ya itu wajar saja karena mereka merasakan mungkin saat ini daya beli masyarakat turun, pendapatan tidak seberapa, ya otomatis mereka para Pedagang meminta segala biaya yang dialami agar diturunkan,” ungkapnya.

Saipullah juga menjelaskan bahwa untuk menurunkan harga sewa kios tersebut Pemerintah Daerah dan DPRD harus membahas perubahan Perda tersebut.

‎”Apakah nantinya ketika dalam pembahasan perubahan Perda ada ruang kita untuk menurunkan harga sewa tersebut atau nanti kita bisa meringankan dengan di cicil pertermint sehingga bisa mengurangi beban para Pedagang,” ujarnya.

Bupati bersama DPRD juga sudah mengedukasi para Pedagang bahwa saat ini dunia Perdagangan sudah digitalisasi.

“Kita lihat sekarang anak anak, ibu – ibu sudah banyak pakai handphone atau gadget untuk belanja online. Sehingga kita juga perlu mengajari para Pedagang untuk bisa jualan dengan cara online sehingga daya beli mereka nanti bisa bertambah, dan itu sudah kita sampaikan langsung kepada par Pedagang,” tutur Saipullah Nasution.

‎Sedangkan Ketua DPRD Erwin Efendi Lubis menyampaikan bahwa perubahan Perda tersebut merupakan suatu tawaran solusi terkait tuntutan para Pedagang.

‎”Kami di DPRD kalau ada permintaan dari Pemerintah Daerah untuk mengevaluasi tentang kebijakan yang telah ditetapkan, ya itu harus kita lakukan selama itu tidak menabrak aturan yang ada dan tidak menimbulkan permasalahan yang baru.”

“Ya tidak ada ceritanya bahwa itu tidak bisa dilakukan, itu pasti akan kami lakukan. Karena ini menyangkut kepentingan masyarakat maka kita akan duduk bersama dan Insya Allah dalam waktu yang tidak terlalu lama itu akan kami lakukan.” pungkas.

Erwin Efendi Lubis juga menegaskan bahwa posisi mereka di Legislatif bukanlah posisi untuk mengambil keputusan, mereka hanya perwakilan rakyat untuk menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah dan mengawal aspirasi tersebut. Pemerintahlah pengambilan keputusan dari suatu peraturan dan ketentuan yang ada. (DN)

Tinggalkan Balasan