Foto : Kondisi sasis jembatan Caroce Tandikek terlihat rusak karena sudah di las dan tidak bisa di lewati masyarakat karena rawan ambruk. (LBS)
bbnewsmadina.com, Masyarakat beberapa kecamatan yang memakai jalur potong Caroce Tandikek – Kecamatan sinunukan mengecam keras tindakan oknum yang dinilai tidak perduli terhadap nasib masyarakat pengguna jalur potong Caroce Tandikek kecamatan Ranto Baek ke Kecamatan Sinunukan Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Jalur potong Caroce Tandikek yang selama ini tembus ke kecamatan Sinunukan dan kecamatan lainnya sudah bertahun – tahun dilalui masyarakat. Kini sudah tidak bisa dilewati masyarakat lagi akibat telah di rusak dengan mengelas besi baja (sasis) kerangka jembatan yang rawan akan ambruk ketika dilewati dan kini beredar kabar akan di bongkar habis.
Salah satu warga Kecamatan Ranto baek yang tak mau identitasnya dipublikasikan kepada bbnewsmadina.com, jum’at (11/1) mengungkap bahwa sudah kurang lebih 2 minggu masyarakat yang biasa menggunakan jalur potong Caroce Tandikek – Kecamatan Sinunukan sudah tidak melewati jalur itu lagi.
“Masyarakat takut apabila melewati jembatan caroce tersebut diduga akan ambruk dan beredar kabar jembatan tersebut akan di bongkar habis oleh oknum yang diduga tidak siap bersaing sehat dalam bidang usahanya”.tegasnya
Ditambahkannya, sudah kurang lebih 2 minggu jalur potong caroce tandikek -Sinunukan sudah tidak bisa dilalui masyarakat yang menggunakan mobil maupun sepeda motor, karena sekarang jembatan penghubung, tepatnya di pemandian air terjun caroce tersebut diduga rawan ambruk. Sehingga seluruh masyarakat pengguna jalan potong memilih jalan lain dengan memutar jauh dari Pulo padang kecamatan Lingga bayu.
Saat ditanya bbnewsmadina.com apakah dari rusaknya jembatan ini berdampak pada ekonomi masyarakat. Beliau menjawab, amat sangat berdampak, sebab sangat mengganggu kegiatan ekonomi masyarakat di jalur tersebut dan pemerintah kecamatan juga dinilai kurang dalam merespon masalah yang ada di wilayah kerja kecamatan Ranto baek tersebut.
Terkait hal ini, Camat Kecamatan Ranto baek, H. Gong Matua Nasution saat hendak dikonfirmasi bbnewsmadina.com guna memperjelas kabar sebenarnya terkait apa dasar dan apakah jalan serta jembatan tersebut milik oknum tertentu atau negara, serta sudah sejauh mana tindakan pemerintah setempat. Hingga berita ini diterbitkan, beliau tidak bisa dihubungi. (JBL) (Bersambung).


