Bupati LSM LIRA Madina Ali Musa Nasution bersama wakil Sekretaris M. Syawaluddin.
bbnewsmadina.com, Musibah yang memilukan pada Senin (25/01/2021) lalu, dimana pada saat PT. Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) melakukan tahapan uji coba pengoperasian sumur panas bumi di Wellpad T (Tango) dengan pembukaan sumur panas bumi (Well Discharge) keluar Gas beracun H2S yang ditiup oleh angin menuju lahan pertanian masyarakat bersebelahan dengan Proyek Tahap II Pembangik Listrik Panas Bumi Wellpad T di Desa Sibanggor Julu Kecamatan Puncak Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal.
Dan mengakibatkan 5 nyawa melayang dan puluhan lainnya terpaksa mendapat perawatan di RSUD Panyabungan dan RS Permata Madina.
“Atas kejadian memilukan ini segenap unsur elemen di Kabupaten Mandailing Natal hendaknya dapat menyikapinya dengan obyektif dan jangan menjadi ajang untuk mencari panggung untuk kepentingan pribadi dan golongan.”
“Jangan menyebarkan provokasi yang dapat mempersulit proses penyidikan oleh pihak Kepolisian, mari bersama kita ciptakan kenyamanan demi lancarnya penyidikan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian dan pihak-pihak terkait lainya,” ujar Bupati LSM LIRA Kab Mandailing Natal, Minggu (14/02/21).
Ali Musa Nasution melalui Wakil Sekertaris LSM LIRA Madina M. Syawaluddin menambahkan jauh sebelum insiden memilukan ini terjadi Pihak PT. SMGP sudah sering melakukan pembinaan terhadap beberapa kelompok tani yang berada di Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) bahkan disaat Pamdemi Covid-19 pihak PT SMGP turut mengulurkan bantuan kepada Masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19.
“Dan atas musibah tersebut, pihak PT. SMGP telah menunjukan itikat baiknya dengan menyalurkan tali asih bagi ahli waris keluarga korban meninggal dunia dan juga kepada korban yang sempat mendapat perwatan di RSUD Panyabungan dan RS Permata Madina.”
“Dengan adanya Perusahaan Panas Bumi di Kecamatan Puncak Sorik Marapi tentunya juga membawa dampak ekonomi kepada masyarakat di Kabupaten Mandailing Natal ini,” lukasnya.
Ia pun menambahkan, kita tidak bisa pungkiri pasca kejadian naas pada 25 Januari 2021 sebahagian besar tenaga kerja yang berasal dari Kecamatan Puncak Sorik Marapi akan terancam akibat dihentikannya operasional PT. SMGP dan tentunya akan berdampak terhadap penurunan perekonomian masyarakat di Kecamatan Puncak Sorik Marapi.
“Disinilah kita hendaknya dapat mengkaji insieden buruk itu dengan lebih obyektif, Jika Pihak PT. SMGP telah bersedia memasang alat detektor H2S di beberapa titik yang disepakati guna mendeteksi dini jika ada paparan Gas H2S tentunya itu sebuah itikat baik dalam mengantisipasi terulangnya penyebaran Gas H2S.
“Dengan adanya detektor H2S yang terpasang di lahan pertanian dan pemukiman warga masyarakat tentu tidak usah bimbang lagi karena sudah ada detektor dan alarm yang memberikan tanda bahaya jika ada Gas H2S dan Gas beracun lainnya,” ungkapnya.
LSM Lumbung Informasi Rakyat (LSM LIRA) Kabupaten Mandailing Natal juga berharap kepada Pihak PT. SMGP agar segera melakukan pengobatan psikologis bagi masyarakat di Desa Sibanggor Julu dan sekitarnya dan hendaknya dalam melakukan sosialisasi melibatkan segenap unsur yang ada di Kabupaten Mandailing Natal ini, Baik itu dari Dinas Komunikasi Informatika Kabupaten Mandailing Natal, Lembaga Swadaya Masyarakat yang selalu bersinergi dalam mengembangkan Informasi, Forum Pelestarian dan Pengembangan Adat Budaya, dan Khususnya dengan Alim Ulama yang ada di Kabupaten Mandailing Natal, dengan demikian diharapkan kedepan sosialisasi yang dilakukan mendapatkan hasil yang maksimal,” sebut Syawal. (MS)



