Untuk Memutus Mata Rantai Covid-19, Satpol PP Tertibkan Para Pegawai Maupun Masyarakat Yang Memasuki Kompleks Perkantoran Pemkab Madina Wajib Pakai Masker

Satpol PP saat melakukan penertiban agar memakai masker bagi para pegawai ataupun masyarakat yang hendak memasuki Kompleks Perkantoran Pemkab Madina, Selasa (09/06). (Foto:DN)

bbnewsmadina.com, Menindaklanjuti surat Edaran Bupati Mandailing Natal Drs. H. Dahlan Hasan Nasution untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, Satpol PP Madina melaksanakan penertiban dan menganjurkan para pengguna jalan yang menuju Komplek Perkantoran Pemkab Madina untuk selalu memakai masker.

Terlihat hari ini Selasa (09/06) digerbang masuk komplek perkantoran Pemkab Madina, puluhan personil Satpol PP memberhentikan sejumlah kenderaan dan memeriksa penggemudi atau penumpang untuk menyarankan agar memakai masker.

Setiap orang baik itu ASN ataupun masyarakat yang terlihat tidak memakai masker masih diberi nasehat atau  peringatan untuk selalu taat dengan protokol kesehatan Covid-19, khususnya jika masuk kelingkungan perkantoran.

Kasatpol PP Lismulyadi Nasution pada kesempatan tersebut mengatakan, kegiatan ini kita laksanakan sesuai dengan protokol kesehatan dan menuju penerapan new normal di Kabupaten Madina.

“Dan kegiatan ini kita laksanakan selama tiga hari berturut-turut dan dihari pertama ini, bagi para pegawai maupun masyarakat hanya akan dikasih peringatan saja untuk memakai masker dan kalau ada pegawai maupun masyarakat kedapatan yang tidak pake masker dihari berikutnya akan kita kenakan sanksi dan kita suruh putar balik.”

“Kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pegawai maupun kepada masyarakat yang akan berurusan atau memasuki Komplek Perkantoran Pemkab Madina agar taat memakai masker karena ini semua sesuai standart Protokol Kesehatan Pencegahan Penyebaran Covid-19 dan menuju penerapan new normal,” pungkasnya.

Pantauan dilapangan, terlihat masih banyak para pegawai ataupun masyarakat yang tidak memakai masker saat memasuki wilayah Perkantoran Pemkab Madina, padahal di Madina sudah ada satu pasien yang positif covid-19. (DN)

Tinggalkan Balasan