Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Laksanakan Kunjungan Kerja Ke Madina

Gus Irawan Pasaribu Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, saat melaksanakan Reses I di Desa Gunung Tua Lumban Pasir, Panyabungan Mandailing Natal Sumatera Utara, Senin (23/12). (Foto:DN)

bbnewsmadina.com, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan Pasaribu melakukan kunjungan kerja ke Desa Gunung Tua Lumban Pasir, Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara, Senin (23/12).

Kunjungan kerja ini merupakan Kegiatan Reses I Tahun 2019 yang bertujuan untuk bertemu dengan konstituen di daerah, yang turut dihadiri oleh Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis, Kadis Kesehatan Madina, Syarifuddin Nasution, Camat Panyabungan, Yuri, Tim BPPT Pusat, serta masyarakat penambang.

Dalam reses pertama ini, Gus Irawan sebagai putra Tabagsel merasa terpanggil dan perihatin atas kejadian lahirnya seorang anak dengan kelainan yang diduga terpapar merkuri. Maka dari itu Wakil Ketua Komisi VII DPR RI tersebut menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Tekhnologi (BPPT), untuk melaksanakan penyuluhan tentang bahaya merkuri terhadap lingkungan.

Ketua Komisi VII, Gus Irawan Pasaribu disela kegiatan kepada bbnewsmadina.com mengatakan, terkait dengan maraknya berita adanya bayi lahir dengan kelainan diduga terpapar merkuri, saya sebagai putra Tabagsel merasa terpanggil untuk melakukan penyuluhan bahaya dari zat merkuri ini.

“Dan dalam kegiatan Reses I ini saya bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pusat melaksanakan penyuluhan bahaya zat merkuri tersebut terhadap lingkungan dan juga kesehatan,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, BPPT ini memiliki teknologi pengolahan emas tanpa menggunakan zat merkuri, maka dari itu kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat penambang agar mereka mengerti dan juga memahami terkait bahayanya zat merkuri tersebut yang bisa merusak lingkungan.

“Disini kami juga mensosialisasikan teknologi pengolahan emas tanpa menggunakan zat merkuri, sebagai alternatif untuk masyarakat penambang emas.”

“Semoga dengan kegiatan sosialisasi ini dapat bermanfaat bagi masyarakat penambang, agar kedepan kasus-kasus yang sudah ada tidak terjadi lagi,” tandas Gus Irawan politikus Gerindra. (DN)

Tinggalkan Balasan