Zubaidah Nasution Berikan Tali Asih Kepada Rahmat, ‘Bayi Yang Lahir Tanpa Anus’

Rahmat bayi berumur 1 tahun 6 bulan yang terlahir tidak sempurna sebagaimana anak pada umumnya.

bbnewsmadina.com, Merasa terpanggil Anggota DPRD Madina dari Fraksi Golkar, Zubaidah Nasution memberikan perhatiannya kepada Rahmat bayi berumur 1 tahun 6 bulan yang terlahir tidak sempurna sebagaimana anak pada umumnya. Anak tersebut lahir tidak punya anus, dan tangan sebelah kanan hanya mempunyai 4 jari saja.

Anak dari pasangan Siti Aminah (30) dan Suyana (40) ini disambangi Zubaidah Nasution, Senin (02/03) di Desa Huta Puli Kecamatan Siabu, untuk memberikan tali asih kepada Rahmat.

Zubaidah Nasution kepada bbnewsmadina.com menceritakan, sehari setelah kelahiran buah hati dari pasangan Siti Aminah dan Suyana tersebut, baru ketahuan bahwa anaknya ini lahir tanpa anus, yang akhirnya dirujuk ke rumah sakit Adam Malik di medan.

“Di RS Adam Malik, Rahmat sudah dioperasi dibuatkan saluran pembuangan kotoran buang air besar sementara, dan biaya ditanggung oleh bpjs, menurut pihak rumah sakit, umur Rahmat harus setahun dulu baru bisa dioperasi untuk anus buatan,” ujarnya.

Lanjut Zubaidah, “Sekitar sebulan yang lalu, Kadis kesehatan Madina melalui Puskesmas Sihepeng dengan dibantu oleh beberapa relawan, sudah mencoba kembali untuk merujuk ke Rumah Sakit Adam Malik Medan, tetapi menurut keterangan dari ibunda Rahmat dan keterangan dari Pak Kadis Kesehatan yang sudah pernah memfasilitasi tersebut, mungkin ada miss komunikasi, tapi ini hanya kacamata saya saja.”

“Terlepas dari itu, ananda Rahmat ini lahir dari keluarga tidak mampu, sangat tidak elok kalau Pemerintah tidak turun tangan, dan memberikan perhatian, mengingat ayah dari ananda Rahmat tidak memiliki pekerjaan tetap,” ungkapnya.

Menurut cerita ibunda Rahmat, ada satu orang yang selama ini sering memberi bantuan untuk mereka, tapi sudah pindah tugas, yaitu bapak Mantan Kapolres Madina yang baru pindah tugas, Bapak Irsan Sinuhaji.

Terlihat keputus asaan sewaktu mengucapkan nama beliau, seperti hilang harapan, Zubaidah memberikan semangat dan terus berdoa, insya Alloh, Alloh Maha Adil, Maha Pengasih dan Maha Penyayang, walaupun sosok yang dianggap jadi harapan sudah tidak di Madina, pasti masih ada yang mau membantu.

“Saya rasa kalau duduk bersama, dengan arahan pak bupati, insya Alloh bisa mencari solusi, dan semoga ini jadi perhatian pemerintah dan Pemda Madina, para tokoh serta para dermawan, agar ananda Rahmat bisa mendapatkan kesembuhan,” pinta Zubaidah. (VN)

Tinggalkan Balasan