Anggota DPRD Madina Zubaidah Nasution
bbnewsmadina.com, Terkait pasien positif covid-19 yang merupakan pelaku perjalanan dari Tangerang ke Desa Padang Bulan Kecamatan Kotanopan ARL (55) yang sampai sekarang masih di rawat di RS Martha Friska Medan, membuat keresahan di tengah masyarakat.
Anggota DPRD Madina Fraksi Golkar, Zubaidah Nasution saat dimintai keterangannya Selasa (09/06) mengatakan, Disini menurut saya Dinas Kesehatan lengah dan lalai, mungkin karena status wilayah Madina zona hijau, padahal banyak pendatang yang masuk ke Madina ini, yang akhirnya ketika menuju penerapan new normal, kita diterpa dengan kasus satu orang positif Covid-19.
“Terakhir sebelum ada pasien positif Covid-19, saya sempat mengunjungi posko Covid-19 perbatasan dan telah melihat sendiri betapa longgarnya pemeriksaan bagi para pelaku perjalanan yang masuk ke Madina ini,” ujar Zubaidah yang juga merupakan Sekretaris Komisi IV DPRD Madina.
“Dan petugas di Desa pun seharusnya aktif serta jeli melihat para pelaku perjalanan yang lolos masuk ke Desanya, jangan hanya mendirikan posko disetiap Desa tetapi tidak ada petugasnya, padahal posko itu bersumber dari Dana Desa yang diperuntukkan untuk pencegahan penyebaran Covid-19.”
“Disini kita bukan untuk saling menyalahkan, semua sama-sama terlena, mulai dari didirikan posko-posko, kita di DPRD sudah jor-joran dari sebelum Ramadhan hingga Lebaran untuk melihat langsung situasi disetiap posko, dan tetapi memang seharusnya kita tetap pada tugas masing-masing dalam memutus penyebaran Covid-19 dan tetap waspada, semoga masyarakat yang berinteraksi dengan pasien tersebut tidak tertular,” pungkas Zubaidah.
Setelah satu orang pasien positif Covid-19 di Madina, dan menurut peta Perkembangan Penanganan Covid-19 oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Madina telah merilis 2 orang PDP yang hasil rapid test reaktif dan sudah dirujuk ke RS Martha Friska Medan. (DN)
