Sampah kayu pemangkasan yang dibiarkan oleh pihak PLN ULP Panyabungan. (Foto:MS)
bbnewsmadina.com, Usai memangkas Pohon Pelindung Jalan di sepanjang Jalan Lingkar Timur Kota Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal, PLN ULP Panyabungan membiarkan sampah kayu sisa pemangkasan Pohon Pelindung Jalan disepadan Irigasi Batang Gadis Sal Kanan.
Penumpukan sisa pemangkasan Pohon Pelindung jalan ini menambah PR bagi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Panyabungan, yang mengakibatkan pemandangan yang tidak nyaman dimata.
Selain itu, penumpukan sampah sisa pemangkasan pohon pelindung jalan ini mengundang kesemrawutan persampahan Kota Panyabungan, dimana akibat tumpukan sampah ini dapat mengundang warga membuang sampah ketumpukan sampah pemangkasan pohon tersebut, Seperti dapat dilihat di Jalan Lingkar Timur Panyabungan tepatnya di Kelurahan Pidoli Dolok Kecamatan Panyabungan.
Akibat adanya tumpukan sampah sisa pemangkasan pohon pelindung jalan Oleh PLN ULP Panyabungan membuat warga turut menumpuk sampah dititik yang tidak pernah dijadikan sebagai Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Mandailing Natal M. Syawaluddin yang dimintai tanggapannya pada Rabu (13/08) mengatakan, “Penumpukan Sampah sisa pemangkasan Pohon Pelindung Jalan oleh PLN ULP Panyabungan ini merupakan tindakan tidak terpuji dan tidak bermoral. Seharusnya usai memangkas Pohon itu pihak PLN ULP Panyabungan bertanggung jawab membersihkan dan membuang sampahnya ke TPA yang telah disediakan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal,” ungkapnya.
Syawaluddin menambahkan tadi Secara Lisan saya sudah laporkan hal penumpukan sampah oleh PLN ULP Panyabungan Kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan (DLHK) melalui Sekertaris DLHK, dan juga saya laporkan Kepada Bapak Bupati Kabupaten Mandailing Natal melalui Asisten III Drs. Syahnan Batubara di ruang kerjanya, dan beliau langsung mengagendakan laporan lisan ini untuk ditindak lanjuti ke DLHK agar segera menyurati PLN ULP Panyabungan, karena hal penumpukan sampah sisa pemangkasan ini sudah sering dan berulang terjadi sehingga mengakibatkan munculnya tumpukan-tumpukan sampah baru dipinggir jalan lintas, khususnya di Kota Panyabungan, pungkasnya. (MS)
