BNN & Tim Gabungan Musnahkan 2,5 Ladang Ganja Di Torsihite

foto : BNN dan tim gabungan saat melakukan pemusnahan 2,5 hektar ladang ganja di pegunungan torsihite desa Rao rao Panjaringan Kecamatan Tambangan kabupaten Madina, senin (2/4). (LBS) 

bbnewsmadina.com, Pada hari Senin tanggal 2 April 2018 sekira pukul 12.30 Wib. BNNK Mandailing Natal (Madina) dan tim gabungan terdiri atas BNNP Sumut, Polres Madina, Kejaksaan, Pengacara dan awak media Operasi Bersama Pemusnahan 2,5 hektar Ladang Ganja di Pegunungan Tor Sihite Desa Rao-Rao Panjaringan Kecamatan Tambangan Kabupaten Madina.

Kegiatan pemusnahan 2,5 hektar ladang ganja di pegunungan Torsihite desa Rao rao Panjaringan Kecamatan Tambangan ini dipimpin oleh Kabid pemberantasan BNNP Sumut, AKBP. Agus Halimudin, Sik, MH”. terang Kepala BNNK Madina, AKBP Saharudin Bangko,  SH,  MBA kepada media, selasa lalu (3/4).

Kemudian lanjutnya, pemusnahan 2,5 hektar ladang ganja ini diikuti  kasi sidik BNNP Sumut, Kompol, Rustam Gultom, SH serta 17 personil tim pemberantasan BNNP Sumut, 15 personil BNNK Madina, 10 personil Polres Madina, 5 personil TNI, 1 personil Kejaksaan , 1 Pengacara dan 3 Awak media.

Dilakukannya pemusnahan ladang ganja ini berdasarkan hasil pengembangan dari tersangka Zulkifli (17) warga Desa Sirangkap Kecamatan Panyabungan Timur yang ditangkap pada tanggal 28 Maret 2018 lalu”. jelasnya

Masih Bangko, saat dilakukan pemusnahan 2,5 hektar ladang ganja tersebut tersangka didampingi pengacaranya M Sahrin, SH dan Fresly Silalahi, SH seorang penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Madina untuk menyaksikan pemusnahan ladang ganja.

Berdasarkan pengakuan tersangka dilokasi, pada saat dilkukan penangkapan atas dirinya, beliau saat itu sedang melakukan pemanenan tanaman ganja pada kebun tersebut. Dan atas pengakuan tersangka, bahwa yang bersangkutan hanya bertugas untuk membantu melakukan panen dan memelihara tanaman ganja tersebut.

Dan akibat perbuatan tersebut terhadap tersangka di persangkakan telah melanggar pasa 111 ayat (2) dan pasal 132 ayat (1) UU no 35 thn 2009 tentang narkotika. Namun satu orang rekan tersangka bernama Fahri (DPO)  berhasil melarikan diri”. pungkasnya. (Redaksi LBS)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

iklan-kb

Tinggalkan Balasan

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)