FKPMJ Audensi Dengan Ketua DPRD Madina Terkait Solusi Pertambangan Rakyat

FKPMJ saat melakukan audensi dengan Ketua DPRD Madina terkait solusi pertambangan rakyat, Senin (31/08/26). (Foto:DN)

bbnewsmadina.com, – Mandailing Natal, Forum Komunikasi Pemuda Mandailing Julu melakukan audensi dengan Ketua DPRD Madina H. Erwin Efendi Lubis yang bertempat diruang kerjanya, Senin (31/08/26).

‎Pengurus FKPMJ ini menanyakan perihal tentang surat penindakan PETI yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah di wilayah Mandailing Julu dan Muara Sipongi. Mereka meminta solusi terkait pertambangan rakyat tersebut.

‎Ketua FKPMJ menyampaikan agar pertambangan emas di wilayah Mandailing Julu bisa diperjuangkan mendapatkan WPR.

‎Sementara itu Ketua DPRD Madina H. Erwin Efendi Lubis yang didampingi oleh Anggota DPRD Dapil Mandailing Julu Rahmat Riski Daulay menanggapi aspirasi tersebut menyatakan bahwa Pemerintah Daerah telah mengkaji apa solusi terkait maraknya kegiatan PETI di wilayah Madina.

‎‎”Pemerintah Daerah dalam hal ini sudah mengusulkan WPR tambahan sebanyak 36 titik termasuk wilayah Kotanopan dan sekitarnya, dan penambahan WPR ini belum keluar hingga saat ini.”

“Lalu karena banyaknya korban dalam kegiatan PETI ini Pemerintah berinisiatif untuk melakukan penindakan terkait PETI tersebut dikarenakan banyaknya pelaku tambang yang melakukan pertambangannya dengan menggunakan alat berat yang hingga sampai puluhan alat berat, setelah melakukan kegiatan pertambangan, pelaku tambang tidak memiliki rasa tanggung jawab dalam aktivitas kegiatannya.”

‎”Meskipun begitu saya sebagai perwakilan masyarakat hingga sampai saat ini tidak pernah menyampaikan untuk menutup aktivitas PETI ini, karena saya tau berapa ribu masyarakat yang menggantungkan hidupnya di pertambangan ini,” ungkapnya.

‎Erwin Efendi Lubis pun berharap kepada semua pelaku tambang yang menggunakan alat berat agar mempunyai rasa tanggung jawab atas tindakannya yang telah merusak lingkungan.

‎”Banyak kita lihat pelaku tambang emas yang besar ini sering melakukan kegiatan pertambangannya hanya meninggalkan lokasi pertambangannya begitu saja tanpa ada rasa tanggung jawab yang telah merusak lingkungan. Dan untuk wilayah Mandailing Julu saya sudah menyampaikan agar pelaku tambang tersebut jangan sampai merusak irigasi persawahan masyarakat, dan jangan meninggalkan begitu saja lokasi pertambangannya sehingga tidak memakan korban dilokasi bekas pertambangannya.”

‎”Marilah kita pikiran masa depan anak cucu kita, dan marilah kita tunggu hasil dari penambahan titik WPR yang telah diajukan oleh Pemerintah Daerah sebagai solusi dalam kegiatan pertambangan emas ini.”

‎”Jadi saya berharap kepada seluruh pelaku tambang agar tidak melakukan pertambangan yang benar-benar merusak lingkungan agar titik WPR di Mandailing Julu bisa didapatkan, dan marilah kita hargai penertiban PETI yang dilakukan oleh Pemerintah,” pungkasnya. (DN)

Author

  • bbnewsmadina

    BBNews Madina menyajikan informasi terkini tentang BERITA TABAGSEL - MADINA - PADANGSIDIMPUAN - PALUTA - PALAS, Dan Seputar Sumut, Mencerdaskan dan Menyuarakan Aspirasi Masyarakat Dalihan Natolu

  • Jurnalis BBNews Madina meliput wilayah Kabupaten Mandailing Natal

Tinggalkan Balasan