
bbnewsmadina.com, – Mandailing Natal, Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mandailing Natal kembali menjadi perhatian publik setelah muncul sejumlah temuan di lapangan yang memunculkan pertanyaan terkait penerapan standar higienitas dan sanitasi pada dapur operasional program tersebut.
Sorotan terbaru muncul setelah beredarnya beberapa dokumentasi yang memperlihatkan tutup ompreng makanan MBG dijemur menggunakan terpal di area terbuka di pinggir jalan, salah satunya dapur MBG yang berada di Kota Siantar Panyabungan. Praktik tersebut masih banyak dilakukan oleh beberapa dapur di Madina sehingga dinilai berpotensi menimbulkan risiko kontaminasi lingkungan terhadap peralatan makan yang digunakan untuk distribusi makanan kepada pelajar.
Temuan tersebut memperkuat kekhawatiran masyarakat terhadap standar kebersihan dapur MBG di tengah pertumbuhan jumlah dapur yang berlangsung cukup cepat di wilayah Panyabungan dan sekitarnya.
Praktik Penjemuran Jadi Perhatian
Berdasarkan pantauan di lapangan, puluhan tutup ompreng terlihat dijemur di atas terpal yang dibentangkan langsung di area terbuka dekat jalan dan tanah terbuka. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan terkait prosedur sanitasi peralatan makan setelah proses pencucian.
Dalam standar umum higiene pangan, peralatan makan yang telah dicuci seharusnya dikeringkan di area yang terlindung dari debu, asap kendaraan, tanah, serangga, maupun potensi kontaminasi lingkungan lainnya.
Sejumlah pemerhati kesehatan lingkungan menilai proses pengeringan di ruang terbuka berpotensi menyebabkan kontaminasi ulang terhadap peralatan yang nantinya bersentuhan langsung dengan makanan siswa.
“Peralatan makan yang sudah dicuci idealnya ditempatkan di area steril atau rak pengering khusus, bukan dijemur di ruang terbuka yang rentan terpapar debu dan kontaminasi lingkungan,” ujar salah seorang pemerhati sanitasi lingkungan di Panyabungan.
Dugaan Ketidaksesuaian Juknis
Selain persoalan higienitas peralatan makan, sejumlah dapur MBG di Mandailing Natal juga disebut belum sepenuhnya memenuhi petunjuk teknis (juknis) operasional, khususnya terkait fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Padahal, keberadaan IPAL menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung sanitasi dapur dan pengelolaan limbah produksi makanan agar tidak mencemari lingkungan sekitar.
Beberapa sumber di lapangan menyebutkan masih terdapat dapur yang membuang limbah secara langsung tanpa sistem pengolahan yang memadai. Kondisi tersebut dinilai dapat berdampak terhadap kualitas lingkungan serta standar kebersihan operasional dapur secara keseluruhan.
Pengawasan Dinilai Perlu Diperketat
Pengamat menilai percepatan penambahan jumlah dapur MBG harus diimbangi dengan sistem pengawasan yang lebih ketat dan konsisten. Pemeriksaan dinilai tidak cukup hanya pada tahap awal operasional, tetapi juga perlu dilakukan secara berkala terhadap:
– sanitasi dapur,
– kebersihan peralatan,
– pengelolaan limbah,
– kualitas penyimpanan bahan makanan,
– hingga prosedur distribusi.
Selain itu, kapasitas produksi makanan dalam jumlah besar setiap hari juga dinilai meningkatkan tantangan dalam menjaga standar higienitas apabila tidak dibarengi pengawasan yang memadai.
Mendorong Evaluasi Menyeluruh
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pengelola program segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh dapur MBG yang beroperasi di Mandailing Natal.
Transparansi hasil pemeriksaan, peningkatan fasilitas sanitasi, penyesuaian operasional sesuai juknis, serta pembinaan terhadap pengelola dapur dinilai penting agar tujuan utama program MBG dalam meningkatkan kualitas gizi pelajar dapat berjalan tanpa mengabaikan aspek keamanan pangan dan kesehatan lingkungan.
Program MBG dinilai memiliki tujuan positif bagi masyarakat, namun pelaksanaannya di lapangan diharapkan tetap mengedepankan kualitas, higienitas, dan standar sanitasi yang konsisten di seluruh dapur operasional.
Sementara itu menanggapi kejadian ini, Ketua Satgas MBG Madina Afrizal Nasution yang di konfirmasi Selasa (12/05/26) mengucapkan terimakasih atas info yang telah disampaikan dan akan segera melakukan pemanggilan terhadap Korwil dan pihak SPPG yang bersangkutan.
“Terimakasih informasinya, kami akan segera melakukan pihak pemanggilan terhadap Korwil dan SPPG terkait,” ujarnya secara singkat. (BMP)