Diissyukan Dukun Santet, Rumah AN Dilempari dan Dibakar

IMG 20230306 WA0050
Kapolsek Batang Angkola AKP Raden Saleh saat melihat situasi rumah korban AN yang dirusak sekelompok warga yang tersulut issyu dukun santet di Desa Sisoma, Kecamatan Tano Tombangan (Tantom) Angkola. (Foto:Ty)

bbnewsmadina.com, Sorang warga beinisial AN (70) dan istrinya menjadi korban main hakim sendiri oleh sekelompok orang di Desa Sisoma, Kecamatan Tano Tombangan (Tantom) Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan. Rumah mereka didatangi massa yang bertindak beringas yang terprovokasi isu dukun santet.

Pada Sabtu (4/3) malam AN dan istrinya diteror oleh beberapa orang yang tiba-tiba mendatangi rumah mereka. Sesaat kemudian, massa mulai beringas melempari rumah korban dengan batu dan kayu. “Peristiwa perusakan itu terjadi secara mendadak. Ada sekelompok oknum massa datang ramai-ramai ke kediaman AN dan melempari rumahnya dengan batu,” kata Kapolsek Batang Angkola AKP Raden Saleh, melalui keterangan resmi Minggu (5/3).

Dalam keadaan terus diteror lemparan batu dan teriakan sekelompok orang itu, AN dan istri memutuskan keluar dari rumah melalui pintu belakang mencari perlindungan ke rumah Kepala Desa Sisoma.

Naas, sang kepala desa yang menjadi tempat perlindungan ternyata sudah tidur. Korban dan istri terpaksa kembali ke rumah mereka. Bukannya mereda, massa yang masih menungu di depan rumah korban semakin bar-bar. AN seketika melihat cahaya dari luar yang dilempar ke arah rumah. Ternyata sekelompok orang tersebut mulai melempari rumah mereka dengan api. Secara spontan AN menyingkirkan api tersebut agar tidak membakar isi rumah.

Setelah istrinya berhasil melarikan diri dari pintu belakang menggunakan sepeda motor, korban pun menyusul menyelamatkan diri lari lewat pintu belakang menuju Desa Ingol Jae memohon perlindungan,” beber AKP Raden Saleh.

Massa yang kian beringas itu mengejar AN dan istrinya ke Desa Ingol Jae. Sekelompok warga itu meminta bertemu dengan AN. Salah seorang dari massa berinisial AH sempat terlibat cekcok dengan AN. Beruntung saat itu pihak kepolisian tiba di lokasi dan mengamankan korban dari amuk massa. Korban yang mengalami luka-luka langsung dibawa ke Puskesmas Batu Horpak untuk mendapatkan perawatan medis.

“Kami langsung mengamankan situasi dan memasang garis polisi di rumah korban. Dari lokasi kami mengumpulkan barang bukti berupa batu dan kayu,” ungkapnya.

AKP Raden Saleh mengungkapkan isu dukun santet yang menyulut emosi sekelompok warga hingga berujung main hakim sendiri itu berawal dari selisih paham antara istri korban dengan salah seorang massa yang ‘menyerang’ rumah AN. Saat itu istri AN mentup parit yang menggenangi halaman rumah mereka. Ternyata parit tersebut merupakan aliran air milik AH.

Sebelum terjadi cekcok antara AN dan AH terkait masalah penutupan parit, pada Desember 2022 lalu anak AH, yakni RH mengalami sakit berat.

Kebetulan sebelum jatuh sakit, RH sempat membonceng istri AN saat pulang dari kebun. Sore harinya RH jatuh sakit dengan kondisi mengeluarkan darah dari hidung dan telinga dan terpaksa dilarikan ke Puskesmas untuk mendapat pengobatan medis. “Atas dasar tersebut AH kemudian mengatakan bahwa anaknya itu telah di santet istri AN,” pungkasnya.(Ty)

Tinggalkan Balasan

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)