
Silenjeng, [Kamis 09 Juli] – BBNewsmadina.com
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 44 STAIN Mandailing Natal menghadirkan kembali kegiatan Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) di Desa Silenjeng, Kecamatan Sihapas Barumun, Kabupaten Padang Lawas. Program ini merupakan salah satu bentuk pengabdian dan kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya penguatan pendidikan keagamaan bagi anak-anak di lingkungan masyarakat.
Kegiatan MDA ini dilaksanakan sebagai upaya untuk memberikan ruang belajar agama yang terarah bagi anak-anak, mengingat kegiatan pembelajaran keagamaan di desa tersebut sebelumnya sudah lama tidak berjalan secara aktif. Melalui program ini, mahasiswa KKN 44 berupaya menumbuhkan kembali semangat belajar agama serta meningkatkan pemahaman dasar keislaman sejak usia dini.
Pelaksanaan kegiatan MDA dilakukan secara rutin empat kali dalam satu pekan dengan memanfaatkan fasilitas ruang kelas Sekolah Dasar Desa Silenjeng sebagai tempat pembelajaran. Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada pertimbangan jumlah peserta didik yang cukup banyak, sehingga kapasitas posko KKN belum mampu menampung seluruh anak yang mengikuti kegiatan. Dengan menggunakan ruang kelas sekolah, proses pembelajaran dapat berlangsung secara lebih efektif, nyaman, dan kondusif.
Dalam kegiatan MDA, mahasiswa KKN 44 memberikan materi-materi dasar keagamaan yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak tingkat sekolah dasar. Materi yang diajarkan meliputi pembelajaran membaca Al-Qur’an, pengenalan ilmu tajwid, hafalan surat-surat pendek, doa-doa sehari-hari, rukun iman dan rukun Islam, praktik ibadah, serta pembinaan akhlak dan karakter Islami. Pembelajaran dilakukan dengan metode yang menarik dan interaktif agar anak-anak lebih mudah memahami materi serta memiliki semangat dalam mempelajari agama.
Sejak program ini dimulai, antusiasme anak-anak Desa Silenjeng menunjukkan perkembangan yang positif. Mereka mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan menunjukkan peningkatan dalam kemampuan membaca Al-Qur’an maupun pemahaman terhadap dasar-dasar ajaran Islam. Selain menjadi tempat menambah wawasan keagamaan, MDA juga menjadi wadah untuk membangun kebiasaan baik, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, dan sikap saling menghargai.
Aisyah Amanda Putri, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) sekaligus anggota KKN 44 Silenjeng, menyampaikan bahwa kegiatan MDA menjadi pengalaman berharga dalam mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kami kepada masyarakat. Kami berharap melalui MDA ini anak-anak Desa Silenjeng semakin dekat dengan Al-Qur’an, memiliki semangat dalam belajar agama, serta tumbuh menjadi generasi yang berilmu dan memiliki akhlak yang baik,” ujarnya.
Sementara itu, Tamara Rizky, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang bertugas sebagai Humas KKN 44 Silenjeng, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil komunikasi dengan masyarakat, kehadiran kembali kegiatan MDA mendapat sambutan positif dari para orang tua.
Menurutnya, masyarakat merasa bersyukur karena anak-anak kembali memiliki wadah pembelajaran agama yang rutin dan terarah. Para orang tua juga menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat positif karena anak-anak memiliki kegiatan yang bermanfaat serta dapat memperdalam pemahaman keagamaan mereka.
“Dukungan masyarakat menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjalankan program ini dengan sebaik mungkin. Kami berharap kegiatan MDA ini dapat terus memberikan manfaat dan menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan keagamaan di Desa Silenjeng,” ungkap Tamara.
Pelaksanaan program MDA ini tidak terlepas dari dukungan masyarakat Desa Silenjeng serta kerja sama yang baik antara mahasiswa KKN, pihak sekolah, dan warga setempat. Antusiasme yang diberikan menjadi bukti bahwa pendidikan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kepribadian anak sejak dini.
Melalui program MDA ini, mahasiswa KKN 44 STAIN Mandailing Natal berharap dapat memberikan kontribusi yang berkelanjutan bagi Desa Silenjeng. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi program selama masa KKN, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun generasi muda yang memiliki pemahaman agama yang baik, berakhlak mulia, serta mampu menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.(tim)





